Berita Ekonomi Bisnis

Sekar Bumi Optimistis Potensi Ekspor Terus Tumbuh saat Ada Perang Dagang AS dan China

Produsen makanan olahan berbasis hasil laut, PT Sekar Bumi Tbk memproyeksikan pertumbuhan kinerja 10 persen hingga 15 persen di tahun 2019 ini.

Sekar Bumi Optimistis Potensi Ekspor Terus Tumbuh saat Ada Perang Dagang AS dan China
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Presdir PT Sekar Bumi Tbk, Harry Lukmito (tengah) menjelaskan kinerja perusahaan di Hotel Shangrila Surabaya, Senin (27/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Produsen makanan olahan berbasis hasil laut, PT Sekar Bumi Tbk memproyeksikan pertumbuhan kinerja 10 persen hingga 15 persen di tahun 2019 ini.

Hal itu tak lepas dari sudah beroperasinya pabrik baru di Cikupa dan adanya potensi ekspor ke Amerika Serikat.

Presiden Direktur Sekar Bumi Harry Lukmito mengatakan, pabrik baru di Cikupa Tangerang yang sudah beroperasi itu akan memproduksi makanan olahan beku dengan kapasitas hingga 500 ton/bulan.

"Sehingga mampu menambah kapasitas produksi dan bisa menaikkan potensi pasar ekspor yang masih luas," kata Harry disela Public Expose perseroan yang melantai di bursa saham dengan kode SKBM, Senin (27/5/2019).

Untuk pasar ekspor, Sekar Bumi semakin memiliki potensi pasar mengingat adanya perang dagang Amerika Serikat dengan China. AS sendiri, lanjutnya, telah menaikkan tarif impor untuk produk dari China.

"Ini peluang bagi kita untuk ambil pangsa pasar di AS yang lebih besar. Selama ini ekspor kita ke AS mencapai 70 persen, lainnya disusul Amerika Latin, Timur Tengah dan Australia," jelas Herry.

Selain pabrik baru di Cikupa, perseroan juga akan mengoperasionalkan pabrik pakan udang dan ikan yang ditarget di semester II tahun ini. Pabrik pengolahan pakan udang dan ikan ini berada di Lamongan, milik anak usaha kita PT Karka Nutri Industri.

"Juga di kuartal III ada pabrik bumbu yang kami investasikan Rp 10 miliar, bekerjasama dengan Fuji Foods Corporations dari Jepang dengan nama PT Sekar Fuji Foods," jelas Herry.

Sementara itu dalam kinerjanya di tahun 2018, Sekar Bumi mencatatkan penjualan sebesar Rp1,95 triliun atau naik 9,32 persen dibandingkan capaian 2017 atau secara volume mencapai 25.692 ton.

Dari jumlah tersebut sebanyak 91,66 persen merupakan kontribusi pasar ekspor dan sisanya 8,34 persen merupakan pasar domestik atau hanya Rp 162 miliar.

Sementara untuk kinerja laba kotor pada 2018 mencapai Rp 225,61 miliar atau naik 21,19 persen dibandingkan laba kotor 2017.

Harry menambahkan penjualan pasar domestik memang masih sangat kecil, tetapi diharapkan dengan adanya produk-produk baru akan meningkatkan pasar lokal sampai 30 persen.

"Untuk memenuhi pasar domestik memang kapasitas produksi kita sudah mentok dan terbatas, tapi setelah ini diharapkan pasar lokalnya naik karena potensinya masih sangat besar apalagi untuk produk frozen misalnya tempura, springroll dan pangsit goreng," ungkap Herry.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved