Berita Surabaya

Pemprov Jatim Cepat dan Tanggap Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih dan Over Supply Cabai Rawit

Pemprov Jatim Cepat dan Tanggap Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih dan Over Supply Cabai Rawit

Pemprov Jatim Cepat dan Tanggap Atasi Lonjakan Harga Bawang Putih dan Over Supply Cabai Rawit
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau harga cabai yang mengalami penurunan saat blusukan ke Pasar Keputran, Sabtu (18/5/2019) dini hari. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim dihadapkan dengan dua kondisi ekstrem di bulan Ramadan tahun 2019. Yang pertama adalah kenaikan harga bawang putih dan kedua adalah anjloknya harga cabai rawit.

Namun, dua kondisi ekstrem tersebut berhasil dilewati Pemprov Jawa Timur dengan baik dan cepat. Untuk bawang putih bahkan tak sampai dua pekan harga bawang putih sudah kembali normal.

"Turunnya bawang putih memang setelah datangnya bawang putih impor. Namun oleh Ibu Gubernur benar-benar mengawal proses distribusi dari importir hingga ke distributor dan hingga ke pasar tradisional, sehingga penurunan harga bawang putih juga lebih cepat dari target," kata Kepala Disperindag Jawa Timur Drajat Irawan.

Pemprov Jatim Pastikan Stok Bahan Pangan Jatim Aman Hingga Pasca Lebaran

Tidak hanya itu sedangkan untuk penanganan anjloknya harga cabai, Pemprov Jawa Timur juga melakukan upaya yang cepat.

Atas anjloknya harga cabai yang menyentuh harga Rp 3.000 per kilogram di tingkat petani, Pemprov melakukan dua upaya, yaitu upaya jangka panjang dan upaya jangka pendek.

Gubernur Khofifah menyebarkan SEGUBERNUR JATIM No 510/2386/125.1/2019 tanggal 20 Mei 2019 tentang stabilisasi harga cabai rawit di tingkat petani.

Gubernur Khofifah juga melarang cabai rawit impor masuk ke Jawa Timur.

Ini dilakukan Pemprov Jatim untuk menyelamat hasil panen cabai petani yang kini melimpah di pasar.

"Selain itu Bu Gubernur juga membuat gerakan aksi borong cabai ke kepala daerah di Jawa Timur. Agar cabai yang melimpah segera diserap. Dan kami juga mengundang perusahaan yang membutuhkan cabai dalam jumlah besar dalam produksi pabriknya untuk juga segera menyerap cabai rawit di Jawa Timur," kata Drajat.

Dengan upaya tersebut, saat ini harga cabai rawit sudah berangsur naik, yaitu per 26 Mei 2019 sudah mencapai Rp 12 ribu per kilogram.

Sedangkan upaya jangka panjang, Gubernur Khofifah juga akan mendirikan BUMD khusus pangan.

"Tujuannya akan mampu mengontrol harga dan menyelamatkan petani saat bahan pangan sedang dalam kondisi oversupply," pungkas Drajat.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved