Minggu, 19 April 2026

Berita Tuban

Harapan PBNU ke Masyarakat Indonesia Setelah Aksi 22 Mei

Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) menanggapi terkait aksi brutal yang terjadi di Bawaslu RI di Jalan MH Tamhrin Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/M Sudarsono
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat berkunjung di Ponpes Langitan Tuban dalam forum Gawagis Nusantara, Selasa (28/5/2019)  

SURYA.co.id | TUBAN - Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) menanggapi terkait aksi brutal yang terjadi di Bawaslu RI di Jalan MH Tamhrin Jakarta pada  21-22 Mei 2019.

Aksi 22 Mei yang dilakukan seusai penetapan penghitungan suara tingkat nasional oleh KPU itu berlangsung ricuh.

Sarana dan prasarana fasilitas umum banyak yang rusak, begitupun dengan korban luka yang berjatuhan maupun meninggal.

PBNU menilai ada pihak yang menunggangi saat berlangsungnya aksi 22 Mei, meski tidak menyebutkan pihak yang dimaksud. 

"Tentu ada yang menunggangi saat aksi di Ibu Kota kemarin, hingga terjadi kericuhan," kata Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat berkunjung di Ponpes Langitan Tuban, dalam forum gawagis nusantara, Selasa (28/5/2019)

Dia menjelaskan, pengunjuk rasa yang tidak bisa menerima hasil penghitungan oleh KPU itu bergerak bukan atas dasar agama Islam.

Mereka bukan untuk kepentingan islam, karena seperti yang terjadi justru banyak hal-hal yang tidak terpuji saat aksi.

Sekarang juga banyak yang salah menafsirkan, harusnya politik islam justru sekarang jadi islam politik. Ini kan keliru.

"Ya saya kira aksi kemarin tidak sesuai dengan yang diharapkan, kericuhan dan kekacauan yang terjadi," ungkapnya.

Pengganti Kiai Ma'ruf Amin di PBNU itu juga menambahkan, agar masyarakat juga sabar menunggu hasil dari Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa yang diajukan oleh pihak yang kalah dalam Pilpres.

Akhyar berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi atas berita-berita bohong yang beredar masif, yang tujuannya untuk memecah belah bangsa.

"Kita meminta masyarakat khususnya warga NU agar tidak mudah percaya berita hoax, berita yang tidak jelas. Jika menerima berita yang masih simpang siur di tabayunkan kepada yang membidangi atau yang lebih tahu," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada rekapitulasi pleno KPU Selasa (21/5/2019) dini hari, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 55,41% sedangkan nomor urut 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 44,59%. 
 

Paslon nomor urut 01 itu mendapat 85.036.828 suara, sedangkan paslon nomor urut 02 mendapat 68.442.493 suara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved