Berita Pamekasan

Warga Pamekasan Ramai-Ramai Jual Emas, Pedagang Sebut Lebaran dan PPDB Jadi Alasan

Jelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat di Pamekasan yang mulai mendatangi toko emas untuk menjual perhiasannya

surya/danendra kusumawardana
Ramainya toko emas surabaya di Jalan Peayaman, Kabupaten Pamekasan, Senin (27/05/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Jelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat di Pamekasan yang mulai mendatangi toko emas untuk menjual perhiasannya. Perhiasan emas yang dijual masyarakat Pamekasan pun beraneka ragam, mulai dari kalung, cincin, gelang, hingga anting.

Latar belakang ramainya penjualan emas disinyalir karena kebutuhan menjelang Lebaran dan masuknya anak sekolah pasca Lebaran.

"Menjelang Lebaran ini lebih banyak yang jual. Mungkin juga bertepatan dengan momen masuknya anak sekolah SD, SMP, SMA pas juga dengan Lebaran karena mereka kan butuh uang pastinya, uang anak sekolah," kata M. Arsun (50) salah seorang pekerja Toko Emas Surabaya yang berada di Jalan Peayaman, Pamekasan, Senin (27/05/2019).

Menurutnya, kebutuhan uang yang sedang banyak dibandingkan hari-hari biasanya membuat masyarakat ramai-ramai menjual perhiasan emasnya.

"Kalau harga emas masih stabil. Tapi fenomena ramainya masyarakat yang menjual ini memang sering terjadi setiap tahun menjelang Lebaran," sambungnya.

Perlu diketahui harga emas saat ini untuk perhiasan mencapai Rp 597.000 per gram dengan kadar 75 persen atau 18 karat.

Sedangkan untuk logam mulia dengan kadar yang lebih tinggi 99,99 persen atau 24 karat mencapai Rp 620.000 per gram.

Tren penjualan dan pembelian logam mulia ini diperkirakan akan seimbang seperti tahun kemarin.

Meskipun enggan menyebut persentasenya, pihaknya menyebutkan bahwa tren penjualan dan pembelian perhiasan emas cenderung sama.

"Tren kemarin imbang, banyak jual dan banyak beli. Mungkin pulang kampung banyak pamer show off," kata M Arsun.

Tren pembelian perhiasan emas diperkirakan akan ikut naik mendekati Lebaran.

Hal ini dikarenakan mulai diberikannya Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawai menjelang Lebaran.

"Dekat Lebaran imbang karena mereka jual perhiasan butuh uang buat mudik tapi ada THR udah turun beli perhiasan juga," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved