Citizen Reporter

Mahasiswa UKDC Bantu Pembuatan Sumur di Taman Suroboyo Untuk Ringankan Perekonomian Warga

Mahasiwa UKDC Surabaya membantu warga membangun sumur di Taman Suroboyo. Dengan sumur ini, mereka turut meringankan beban perekonomian warga.

Mahasiswa UKDC Bantu Pembuatan Sumur di Taman Suroboyo Untuk Ringankan Perekonomian Warga
ist/citizen reporter
Proses pembuatan sumur di kompleks Taman Suroboyo 

SURYA.co.id | Taman Suroboyo merupakan salah satu taman yang saat ini tengah menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Kota Surabaya.

Taman ini mulai menjadi sorotan masyarakat sejak adanya pembangunan patung Suro dan Boyo yang akan menjadi ikon terbesar di Kota Surabaya.  Ikon ini kabarnya akan diresmikan pada Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726.

Selain karena adanya ikon itu, taman yang terletak di tepi pantai ini memiliki daya tarik lain bagi pengunjung, yaitu karena letak Taman Suroboyo yang berada di seberang Sentra Ikan Bulak (SIB), sehingga memudahkan pengunjung untuk mencari oleh-oleh dan kudapan khas Surabaya, khususnya olahan hasil laut.

Di sisi lain, banyaknya pengunjung di Taman Suroboyo juga memberi dampak negatif.

Fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah, tidak lantas menjadikan hal itu sebagai salah satu keuntungan yang dapat dinikmati warga setempat.

Mahasiswa UKDC yang melakukan pengabdian masyarakat, berfoto bersama warga
Mahasiswa UKDC yang melakukan pengabdian masyarakat, berfoto bersama warga (ist/citizen reporter)

Berdasarkan penelitian dan observasi yang dilakukan oleh kelompok pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika, pengelolaan fasilitas umum berupa MCK (Mandi-Cuci-Kakus) yang berada di kawasan Taman Suroboyo menjadi tanggung jawab warga setempat, khususnya warga RT 03/RW 02 Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya.

“Berdasarkan observasi dan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa warga, disimpulkan bahwa sumber masalah warga adalah fasilitas MCK di Taman Suroboyo yang pengelolaannya memberatkan warga dalam segi ekonomi”, kata Agnes, ketua kelompok 1 pengabdian masyarakat UKDC.

Hal ini nampak dalam besarnya biaya retribusi PDAM yang dibayarkan, sedangkan uang retribusi dari pengunjung hanya mampu untuk membayar tenaga kebersihan, sehingga uang iuran warga hampir semuanya dialokasikan untuk membiayai retribusi PDAM tersebut dan menyebabkan tidak maksimalnya kegiatan warga.

Maka dari itu, pengurus RT/RW bersama kelompok 1 pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika menyusun program pembangunan sumur yang nantinya akan dipergunakan untuk pengairan MCK yang berada di Taman Suroboyo.

Dengan adanya sumur ini diharapkan dapat menekan biaya  retribusi PDAM, dan nantinya biaya tersebut dapat dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Samiadi Santoso, Ketua RW 02 Kelurahan Kedung Cowek menyampaikan terimakasih atas inisiatif membangun sumur tersebut.

“Terima kasih banyak sudah membantu warga kami khususnya RT 03 RW 02 Kelurahan Kedung Cowek karena sumur ini sangat bermanfaat bagi warga dan sumurnya sudah digunakan sama warga saya," ujarnya.

Penulis : Angela Herti & Yusinta Rosaliana, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika, Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved