Citizen Reporter

Lebah Madu, Mata Pencaharian sekaligus Pelestarian Lingkungan Warga Lereng Gunung Wilis Kab Kediri

Deddy Saputra, Kepala Desa (Kades) Joho menerangkan, peternakan lebah madu sudah ada sejak 1999.

Lebah Madu, Mata Pencaharian sekaligus Pelestarian Lingkungan Warga Lereng Gunung Wilis Kab Kediri
foto: istimewa
Aktivitas peternakan lebah madu warga Dusun Igir-Igir, Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. 

“Penanaman bunga ini kami galakkan untuk kelestarian lebah madu,” ungkap Deddy.

Dia menambahkan, jika musim bunga sedang melimpah, madu yang dihasilkan ikut melimpah.

Namun, akhir-akhir ini peternak madu di desanya mengalami sedikit kendala karena iklim yang tidak menentu. Terlebih karena terkena hujan, bunga-bunga yang merupakan penghasil madu yang dibawa lebah pun berguguran.

“Saat ini produksi madu sedikit menurun. Kalau iklimnya cerah, ada warga yang setiap minggu bisa panen,” terang Deddy.

Dengan banyaknya tempat wisata, madu-madu khas Joho juga dicari. Pembelinya datang ke para peternak. Alamnya yang cantik juga menjadi pemikat.

Keuntungan lebih mampu diraup warga karena tidak perlu melalui distributor yang mengurangi keuntungan petani.

Dengan harga sekitar Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per botol, perekonomian warga bergerak.

Moh Fikri Zulfikar
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Pascasarjana Universitas Negeri Malang
fikrizulfikar982@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved