Berita Sidoarjo

Jelang Lebaran, Pemkab Sidoarjo Awasi Peredaran Mamin di Pasaran. Ini Tujuannya

Mendekati Lebaran, pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman (mamin) di Sidoarjo semakin diperketat

Jelang Lebaran, Pemkab Sidoarjo Awasi Peredaran Mamin di Pasaran. Ini Tujuannya
surya/m taufik
Bupati dan beberapa pejabatnya saat rapat pembahasan tentang pengawasan peredaran Mamin jelang lebaran. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Mendekati Lebaran, pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman (mamin) di Sidoarjo semakin diperketat. Swalayan, pasar, dan berbagai toko makanan menjadi sasaran pengawasan.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, meminta kepada para pedagang parcel maupun toko yang menjual produk Lebaran agar selektif dalam menjual. Jangan sampai ada produk yang sudah kadaluwarsa lolos ke konsumen.

“Karena ini membahayakan kesehatan masyarakat. Kami juga meminta agar Dinkes segera menarik produk, jika ditemukan produk kadaluwarsa beredar," kata Saiful Ilah, Senin (27/5/2019).

Jika ada pedagang yang ketahuan menjual barang kadaluwarsa, menurutnya harus disanksi.

Bisa berupa teguran kepada penjual tersebut hingga sampai pencabutan izin.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman, menyampaikan pihaknya terus mengawasi sejumlah pertokoan, swalayan, pasar, dan toko yang menjual aneka jajanan Lebaran, parcel dan sebagainya.

Menurutnya, petugas dinkes akan memeriksa satu persatu produk makanan yang dipajang oleh pemilik usaha.

Mereka meneliti berbagai standar penjualan makanan, apabila dalam sidak ditemukan produk yang kadaluarsa atau kaleng yang penyok maka dinkes minta barang tersebut segera ditarik.

Yang menjadi perhatian petugas, antara lain tentang pencantuman izin edar fiktif pada produk makanan yang dijual, produk makanan curah tidak dilengkapi dengan tanggal kedaluwarsa, dan sebagainya.

"Ini untuk memastikan produk makanan-minuman yang di jual layak dikonsumsi, tidak membahayakan kesehatan, dan memberikan manfaat bagi kesehatan," imbuh Syaf.

Dia menambahkan selain izin edar dan kedaluwarsa, pihaknya juga melakukan penertiban makanan yang tidak, karatan maupun penyok.

Terkait temuan tersebut, dinas kesehatan langsung memberikan teguran kepada pihak penyedia barang.

"Kami minta untuk ditarik dari etalase demi keamanan konsumen. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap peredaran makanan di Sidoarjo," imbuhnya.

Syaf mengaku, menjelang Lebaran tingkat kebutuhan masyarakat terhadap aneka kebutuhan pokok mengalami peningkatan tajam.

Untuk itu para pemilik toko diimbau lebih selektif dalam memilih barang dagangan, sehingga tidak merugikan konsumen.

Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved