Berita Lumajang

Ibu, Bapak, dan Anak di Lumajang Diduga Kompak Edarkan Sabu - sabu

Satu keluarga asal Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang ditengarai menjadi pengedar narkoba.

Ibu, Bapak, dan Anak di Lumajang Diduga Kompak Edarkan Sabu - sabu
surya.co.id/sri wahyunik
Polisi memperlihatkan salah satu anggota keluarga yang diduga pengedar narkoba jenis sabu berikut barang buktinya di Mapolres Lumajang, Senin (27/5/2019). 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Satu keluarga asal Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang ditengarai menjadi pengedar narkoba. Satu keluarga itu terdiri atas bapak, ibu, dan anak.

Polisi telah menangkap si bapak dan anak. Sedangkan sang ibu masih jadi buronan polisi.

Berdasarkan keterangan Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, kali pertama yang ditangkap adalah sang ayah, Sunaryo karena kedapatan memiliki sabu-sabu seberat 16,78 gram. Dia kini sudah mendekam di tahanan Mapolres Lumajang.

Kemudian pada Minggu (26/5/2019), jajaran Satuan Reskoba Polres Lumajang menangkap Budi Hermawan (22). Budi ini tidak lain anak Sunaryo. Dia ditangkap di rumahnya dengan kepemilikan sabu-sabu seberat 2,77 gram.

"Kami menemukan fakta yang cukup mencengangkan yakni satu keluarga pengedar narkoba. Sang ayah sudah ditangkap. Menyusul kemarin sang anak bernama Budi Hermawan. Sedangkan si Ibu sedang dalam pencarian dalam kasus yang sama," tegas Arsal melalui rilisnya, Senin (27/5/2019).

Arsal menyarankan kepada ibu tersebut untuk menyerahkan diri ke Mapolres Lumajang.

Arsal menegaskan dirinya bersama jajarannya akan terus memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Lumajang.

"Saya tak akan melunak serta tak akan pandang bulu dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Lumajang. Saya lebih tega melihat pelaku merayakan hari raya di balik jeruji besi, ketimbang harus merusak ribuan penerus generasi bangsa," tegasnya.

Kasat Reskoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito menambahkan para pengedar narkoba itu melanggar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No 35 tahum 2009.

"Pelaku akan mendapat ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah karena memang terbukti menyimpan, mengedarkan dan juga menggunakan narkotika tersebut," ujar Priyo.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved