Berita Surabaya

Dindik Jatim Bagikan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional, Kelulusan SMP Diumumkan 29 Mei 2019

Dalam pengambilan PIN hanya diperlukan Kartu Keluarga untuk menandai tempat tinggal pengambil PIN.

Dindik Jatim Bagikan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional, Kelulusan SMP Diumumkan 29 Mei 2019
surya/ahmad zaimul haq
Wali murid dan siswa lulusan SMP mendatangi SMAN 16 untuk mengambil pin Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Senin (5/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) SMP baru dibagikan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur pada Kota/Kabupaten, Senin (27/5/2019) siang.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindik Kota Surabaya, Sudarminto mengungkapkan, sesuai kesepakatan, pengumuman Nilai Ujian Nasional (NUN) SMP se-Jatim akan dilakukan, Rabu (29/5/2019).

"Nanti pengumumannya akan bersamaan dengan pengumuman kelulusan," ujarnya ditemui usai mengambil DKHUN di kantor Dindik Jatim, Jalan Genteng Kali 33 Surabaya.

Terkait kelulusan, menurutnya pihak MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP negeri baru akan merapatkan formula standar kelulusan.

"Nanti DKHUN kami bagikan ke sekolah, dan selama dua hari ini sekolah sudah bisa mengeluarkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sementara untuk keperluan pengambilan PIN pendaftaran PPDB SMA/SMK negeri," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono mengungkapkan pembagian DKHUN yang dilakukan Jatim memang terbilang terlambat.

Pasalnya pengumuman SKHUN di sekolah harusnya dilakukan pada 25 Mei 2019.

"Kami ke Jakarta hari Sabtu (25/5/2019) untuk pengambilan DKHUN dari pusat. Kemudian kami rapikan pada Minggu dan baru hari ini bisa dibagikan ke kota dan Kabupaten," lanjutnya.

Menurutnya dibagikannya DKHUN bersamaan dengan dibukanya pengambilan pin PPDB SMA/SMK negeri tidak menjadi masalah. Karena jadwal pembagian Pin PPDB sampai 20 Juni 2019.

"Ya kami mohon maaf kalau pengumuman SKHUN di sekolah terlambat, karena memang baru dibagikan,"lanjutnya.

Iapun mengungkapkan pengambilan PIN telah dipermudah dengan tidak perlu membawa SKHUN dalam pengambilan PIN selama sekolah belum memberikan SKHUN.

"Kami berkoordinasi dengan SMA/SMK negeri di daerah untuk mempermudah, sesuai jadwal pengambilan pin hari ini, maka tidak wajib bawa SKHUN harus tetap diterima,"urainya.

Pasalnya dalam pengambilan PIN hanya diperlukan Kartu Keluarga untuk menandai tempat tinggal pengambil PIN.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved