Ekonomi Bisnis
Bangun Dua Tower Baru, Bale Hinggil Siapkan Investasi Rp 900 Miliar
Pengembang apartemen Bale Hinggil, PT Tlatah Gemah Anugrah, menyiapkan investasi Rp 900 miliar untuk pembangunan dua tower baru
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang apartemen Bale Hinggil, PT Tlatah Gemah Anugrah, di tahun 2019 ini menyiapkan pengembangan dua tower baru di samping dua tower yang kini sudah operasional. Tak tanggung-tanggung, perusahaan tersebut telah mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 900 miliar guna merealisasikan rencana itu.
Direktur Utama PT Tlatah Gema Anugrah, Hengky Budiarto, mengatakan dua tower yang saat ini sudah selesai adalah tower A dan tower B.
"Dalam waktu dekat, kami akan segera memulai pembangunan dua tower C dan D. Rencananya, dua tower ini akan selesai dibangun dalam jangka waktu dua tahun," jelas Hengky, Senin (27/5/2019).
Pembangunan dua tower ini sudah dipersiapkan dan tiang pancang juga sudah selesai dipasang.
Untuk dua tower sebelumnya, A dan B, investasinya sekitar Rp 600 miliar, sementara dua tower C dan D sebesar Rp 900 miliar.
Hengky mengungkapkan, dana investasi untuk pembangunan tower C dan D diakui lebih besar.
Hal itu dikarenakan nilai investasi itu dilakukan pada empat atau tiga tahun yang lalu, sementara dua tower sebelumnya sudah beberapa tahun yang lalu.
Dari jumlah unit kamar, tower C dan D juga lebih sedikit.
Dua tower ini berdiri diatas lahan 6.000 meter persegi dengan jumlah 900 unit kamar.
"Tower A dan B sudah selesai dibangun. Dua tower ini ada 2.000 unit kamar dengan tiga tipe berbeda. Studio, 2 kamar tidur dan 3 kamar tidur," tambah Hengky.
Saat ini, dari 2.000 unit kamar yang ada, sudah laku sebanyak 1.600 unit, sisanya masih dalam proses penjualan.
Diakui Hengky, sisa unit itu banyak yang tertarik untuk dikelola oleh manajemen hotel.
Namun pihaknya belum tertarik bermitra dengan pengelola bisnis hospitality.
"Kami ini pengembang. Jadi kami harus menjual unit kami kepada pengguna, bukan justru menyewakannya. Kalau pemilik nantinya menyewakannya atau bekerjasama dengan pihak lain itu terserah yang punya," ungkap Hengky.
Sementara itu, terkait profil konsumen, Hengky menyebut sekitar 80 persen end user, dan sisanya investor.
Sementara untuk transaksi, antara KPA dengan tunai atau inhouse seimbang.
Di sisi lain, seiring dengan sudah diserah terimakan unit di tower A dan B, pihaknya juga menyebut area komersial juga mulai persiapan untuk dioperasionalkan.
"Tapi area komersial ini hanya untuk memenuhi kebutuhan penghuni, seperti minimarket, laundry, kafe dan resto, dan sebagainya," tandas Hengky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/investasi-bale-hinggil.jpg)