Stabilitas Harga Bahan Pokok dan Potensi Teror Jadi Perhatian Polresta Sidoarjo

"Jadi, masalah harga kebutuhan pokok dan potensi adanya aksi teror itu juga menjadi perhatian serius petugas kepolisian," tegas Kapolres Sidoarjo

Stabilitas Harga Bahan Pokok dan Potensi Teror Jadi Perhatian Polresta Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho (tengah) saat memimpin acara Latpra Ops Ketupat Semeru 2019. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Lebaran tahun ini, bukan hanya tentang titik macet, rawan kecelakaan, dan tindak kriminalitas yang menjadi perhatian polisi. Stabilitas harga bahan pokok dan potensi aksi teror juga menjadi prioritas petugas kepolisian.

Demikian disampaikan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di sela latpra ops Ketupat Semeru 2019.

Di hadapan semua anggota polisi, termasuk anggota Polresta Sidoarjo dan Polsek jajaran, Kapolres menyampaikan beberapa hal yang harus diwaspadai selama lebaran.

Menurut Zain, indikator keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019, antara lain terjaminnya stabilitas harga pangan dan bahan pokok, tidak adanya potensi terorisme dan radikalisme, tidak terjadi aksi kriminalitas, Kamseltibcarlantas terselenggara dengan baik, serta meminimalisir terjadinya konflik sosial.

"Jadi, masalah harga kebutuhan pokok dan potensi adanya aksi teror itu juga menjadi perhatian serius petugas kepolisian," tegas Zain.

Disampaikannya,  Ops Ketupat Semeru 2019 digelar mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2019. Menjelang pelaksanaan itu, berbagai persiapan pun terus dilakukan petugas kepolisian.

“Kami meminta semua anggota melaksanakan tugas dengan baik selama operasi ini. Semua harus selalu bersinergi dengan seluruh fungsi dan wilayah, serta melandasi semangat dengan pengabdian untuk ibadah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sambung dia.

Sopir Kehilangan Konsentrasi, Truk Bablas Masuk ke Jalur Rel Kereta Api di Pasuruan

Sejak beberapa waktu lalu, disebutnya bahwa petugas kepolisian terus mengantisipasi adanya potensi teror di Sidoarjo. Selain upaya deteksi dini, polisi juga buuh kerjasama semua lapisan masyarakat.

"Karenanya, kami selalu berusaha sinergi dengan para tokoh, ulama, ormas, dan berbagai lapisan masyarakat. Untuk bersama-sama menjaga Sidoarjo tetap aman dan nyaman," kata Zain.

Menurut dia, ancaman dan potensi teror bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sehingga semua pihak harus selalu waspada. Termasuk masyarakat dan semua pihak, diharap bisa turut aktif melakukan deteksi dini.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved