Pilpres 2019

Menimbang Kalah Menang Gugatan Prabowo di MK, Pakar Hukum Tata Negara: 51 Alat Bukti Sangat Sedikit

Menimbang kalah meenang gugatan sengketa Pemilu yang diajukan kubu Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) yang hanya membawa 51 alat bukti.

Menimbang Kalah Menang Gugatan Prabowo di MK, Pakar Hukum Tata Negara:  51 Alat Bukti Sangat Sedikit
kolase
Menimbang Kalah Menang Gugatan sengketa hasil Pemilu oleh Prabowo di MK, Pakar Hukum Tata Negara menyebut 51 Alat Bukti yang dibawa sangat kecil sekali. 

Melihat jumlah alat bukti yang dibawa BPN, Feri menduga, dalil yang digunakan Prabowo-Sandi berkaitan dengan kecurangan pemilu terstruktur, masif, dan sistematis.

Namun demikian, dalil tersebut juga tidak lantas memudahkan Prabowo-Sandi memenangkan sengketa Pemilu.

"Ini juga tidak akan gampang, karena memang menjelaskan keterlibatan aparat penyelenggara pemilu, penyelenggara negara lainnya sehingga menguntungkan pihak 01, itu juga tidak mudah. Kalau ada pun, belum tentu kan jumlahnya itu akan memengaruhi hasil," kata Feri.

"Termasuk juga sistematis, apakah ini betul-betul terencana dari pusat hingga ke daerah-daerah, lalu dalam junlah masif yang sebarannya akan luar biasa besar," sambungnya.

Feri menambahkan, tantangan-tantangan tersebut harus mampu dijawab oleh tim kuasa hukum BPN dalam persidangan di MK.

KPU siapkan 20 pengacara

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menyiapkan 20 pengacara untuk menghadapi gugatan sengketa Pemilu di MK.

Tim ini khusus menangani sengketa hasil pilpres dengan penggugat BPN Prabowo-Sandi.

"Dari tim kuasa hukum kami (khusus pilpres) ada 20 orang," kata Ketua Tim Hukum KPU Ali Nurdin saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Ali mengatakan, bakal menunjukan hasil kerja KPU terkait penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan sesuai dengan asas pemilu.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved