Berita Surabaya

Jelang Akhir UTBK, Unesa Tekankan Penerimaan Prodi Seni dan Prodi Olahraga

nilai UTBK tidak bisa menjadi patokan penerimaan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Jelang Akhir UTBK, Unesa Tekankan Penerimaan Prodi Seni dan Prodi Olahraga
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Pelaksanaan UTBK gelombang 2 di Universitas Negeri Surabaya, Sabtu (11/5/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) akan berakhir besok, Minggu (26/5/2019). Setelah itu paling lambat, peserta dapat mengakses nilai UTBK pada 6 Juni 2019.

Prof Bambang Yulianto, Wakil Rektor 1 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengungkapkan nilai UTBK tidak bisa menjadi patokan penerimaan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Apalagi di Unesa terdapat program studi di bidang seni dan olahraga yang mewajibkan adanya portofolio sebagai pertimbangan salam seleksi.

"Mulai 10 Juni sampai 24 Juni, peserta UTBK bisa mendaftar SBMPTN. Karena ini tahun pertama, maka passing grade setiap program studi belum bisa disampaikan," urainya pada SURYA.co.id, Sabtu (25/5/2019).

Passing grade, lanjutnya, juga tidak akan bisa disampaikan oleh PTN karena dasar penerimaan tahun ini bukan pada kriteria nilai tertentu tetapi berdasarkan kuota tiap prodi.

"Khususnya prodi seni dan prodi olahraga mereka tetap harus mengunduh protofolio kinerja dan prestasi. Yang bidang olahraga akan kami gunakan sekitar 60 persen portofolio dan 40 persen nilai UTBK, sementara bidang Seni memakai 50 persen portofolio dan 50 persen UTBK,"tambah pria yang juga ketua pusat UTBK Unesa ini.

Iapun mencontohkan Prodi Seni Musik yang tidak bisa dimasuki semua calon mahasiswa hanya dengan UTBK, harus ada portofolio.

"Dengan pertimbangan portofoliobini, ia memprediksi kuota SBMPTN kemungkinan bisa tidak terpenuhi seperti kuota SNMPTN yang 25 persen atau 1.458 yang diterima 1.408 karena beberapa pendaftar yang diterima ternyata tidak memenuhi protofolionya,"pungkasnya.

Terpisah, Rektor Institut Teknologi 10 Nopember, Prof Mochamad Ashari mengungkapkan passing grade penerimaan SBMPTN tahun lalu menurutnya tidak bisa menjadi patokan tahun ini. Pasalnya, seleksi dilakukan berdasarkan prodi yang dipilih.

"Kalau ada dua peserta dengan nilai sama dari Saintek dan Soshum, belum tentu diterima karena sekarang fokusnya pada prodi yang dipilih,"ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved