Berita Sumenep Madura

Alasan Warga Kepulauan Sumenep Khawatir Tak Terangkut Program Mudik - Balik Gratis Pemprov Jatim

Warga kepulauan yang tergabung dalam Komunitas Warga Kepulauan (KWK) mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep.

Alasan Warga Kepulauan Sumenep Khawatir Tak Terangkut Program Mudik - Balik Gratis Pemprov Jatim
surya.co.id/ali hafidz syahbana
Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK) Sumenep, Safiudin saat ditemui media di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Jumat (24/5/2019). 

SURYA..co.id | SUMENEP - Program mudik gratis Angkutan Lebaran di Sumenep Madura dikeluhkan, sebab meskipun Pemprov Jatim melalui Pemkab Sumenep menyediakan program mudik gratis 2019, khusunya jalur laut tetap dinilai tidak maksimal.

Warga kepulauan yang tergabung dalam Komunitas Warga Kepulaun (KWK) mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, untuk mempertanyakan keseriusan dalam pelaksanakan program mudik-balik gratis tersebut, Jumat (24/5/2019).

"Ada sekitar 50 persen warga kepulauan yang hendak pulang kampung. Namun tiket atau kuota program mudik-balik gratis yang pendaftarannya bisa secara online sudah habis atau penuh," kata Ketua KWK, Safiudin saat ditemu bersama warga lainnya di Kantor Dishub Sumenep.

Dari keluhan itulah, Safiudin datang dalam rangka uadiensi dengan Dinas Perhubungan dan beberapa pihak terkait lainnya, seperti operator, pertanyakan kejelasan tentang tiket mudik-balik gratis.

"Ini setiap tahun terjadi bagi warga kepulauan," tegasnya.

Atas kejadian itu, warga Pulau Kangean ini mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh, misalnya, ada sabotase dari oknum-oknum tertentu.

“Tapi kami hanya ingin menyampaikan kepada seluruh pihak terkait agar ke depannya pemberian tiket mudik-balik gratis ini sebaiknya dibatasi. Misalnya satu orang hanya bisa mendapat maksimal lima tiket,” paparnya.

Tak cukup hanya itu, Safiudin juga menilai sejauh ini sosialisasi terkait program mudik-balik gratis belum cukup maksimal. Terutama cara mendapat tiketnya yang bisa secara online. Sebab katanya, sekitar 75 persen warga kepulauan yang ingin mudik belum semuanya paham informasi teknologi (IT).

“Kami datang ke sini juga untuk mengklarifikasi langsung, sebetulnya berapa kapasitas atau kouta program mudik-balik gratis tahun ini, dan berapa tiket yang sudah diberikan kepada masyarakat,” kritiknya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved