Berita Surabaya

Adi Husada Cancer Center Ajak Masyarakat Cegah Kanker Payudara

Kanker payudara memang tidak bisa dicegah, tapi bisa diminimalisir. Caranya dengan melakukan pola hidup yang

Adi Husada Cancer Center Ajak Masyarakat Cegah Kanker Payudara
SURYA.co.id/Christine Ayu Nurchayanti
Dokter spesialis konsultan onkologi radiasi Adi Husada Cancer Center, dr Lulus Handayani Sp Rad (K) Onk Rad dalam bincang 'Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks dan Payudara', di Gunawangsa Tidar lantai 7, Sabtu (25/5/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peduli terhadap kesehatan, Adi Husada Cancer Center mengajak masyarakat untuk mencegah kanker payudara dalam bincang 'Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks dan Payudara', di Gunawangsa Tidar lantai 7, Sabtu (25/5/2019).

Acara yang berkolaborasi dengan Urban Athletes ini menghadirkan dokter spesialis konsultan onkologi radiasi Adi Husada Cancer Center, dr Lulus Handayani Sp Rad (K) Onk Rad.

"Seharusnya kita tidak boleh terkena kanker payudara, karena kankernya mudah dilihat dan diraba oleh kita," tutur Lulus.

Para peserta yang hadir aktif menyimak pemaparan dokter lulusan Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia ini.

Kanker payudara, lanjutnya, dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena faktor genetik. Kedua, karena faktor pola hidup yang kurang sehat.

"Kalau memiliki keluarga yang terkena kanker payudara, kita harus lebih hati-hati dan waspada. Selain faktor genetik, kanker payudara juga dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat seperti sering memakan makanan yang mengandung banyak lemak, banyak pengawet dan lain sebagainya," tutur Lulus.

Kanker payudara, ungkapnya, memang tidak bisa dicegah. Tapi bisa diminimalisir. Caranya dengan melakukan pola hidup yang sehat seperti makan makanan bergizi dan berolahraga.

Selain itu juga penting untuk rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Lulus pun mengajak para peserta untuk mengetahui cara memeriksa payudaranya sendiri.

"Yang pertama adalah inspeksi yaitu melihat payudara menggunakan cermin dengan badan tegak dan kedua tangan berada di pinggang. Perhatikan kedua payudara, waspadai jika kulitnya kemerahan, kulitnya seperti kulit jeruk, atau ada lipatan dan kulit tampak kasar. Selain itu juga waspadai jika ada benjolan. Kemudian, cek puting apakah ada cairan yang keluar, jika iya, segera periksakan," tutur Lulus.

Yang kedua, lanjutnya, adalah meraba payudara menggunakan tiga jari (jari manis, tengah, dan telunjuk) secara berlawanan arah jarum jam.

"Tangan yang kanan meraba payudara kiri, begitu sebaliknya, tangan kiri meraba payudara kanan. Jika merasakan ada benjolan, maka harus diwaspadai," jelasnya.

Memeriksakan payudara sendiri ini, bisa dilakukan satu bulan sekali. Waktu yang paling tepat adalah satu minggu setelah menstruasi.

"Bagusnya, dilakukan ketika mandi karena payudara terkena sabun sehingga menjadi licin dan mudah diperiksa. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan posisi berbaring dengan tangan direntangkan ke atas," imbuhnya.

Selain berbincang tentang kanker payudara, Lulus juga mengajak para peserta berdiskusi mengenai kanker serviks yang menyerang wanita yang bisa dicegah dengan pap smear dan vaksin HPV.

"Yang penting, harus tetap semangat karena kanker harus dilawan, kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk melawan kanker payudara. Jangan pergi ke pengobatan non medis karena itu malah memberi kesempatan kanker untuk tumbuh terus," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved