Pilpres 2019

Tim Pengacara Prabowo-Sandi Bawa 51 Bukti Kecurangan, Minta MK Bukan sebagai Mahkamah Kalkulator

Ketua Tim Kuasa Hukum, Bambang Widjojanto membawa 51 bukti kecurangan Pilpres 2019 sebagai bahan melayangkan gugatan sengketa Pemilu di MK.

Tim Pengacara Prabowo-Sandi Bawa 51 Bukti Kecurangan, Minta MK Bukan sebagai Mahkamah Kalkulator
kolase Kompas.com
Tim Pengacara Prabowo-Sandi Bawa 51 Bukti Kecurangan, Minta MK Bukan sebagai Mahkamah Kalkulator 

Tim penasihat hukum ini datang kurang dari dua jam dari ambang batas pendaftaran gugatan yang ditetapkan pukul 24.00 WIB.

Setibanya di MK, mereka menyempatkan diri menyapa para pewarta.

Setelah itu keempatnya diterima oleh panitera MK untuk mendaftarkan gugatan.

Seperti diketahui, BPN Prabowo-Sandiaga menggugat hasil Pilpres setelah kalah suara dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurut hasil rekapitulasi KPU, jumlah perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.

Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara.

Adapun jumlah pemilih yang berada di dalam ataupun luar negeri mencapai 199.987.870 orang.

Sementara pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 158.012.506 orang.

Dari total suara yang masuk, 3.754.905 suara tidak sah sehingga jumlah suara sah sebanyak 154.257.601 suara.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi menunjuk anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Bambang Widjojanto sebagai ketua tim kuasa hukum terkait permohonan sengketa Pilpres 2019 ke MK.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved