Rumah Semakin Cantik Saat Lebaran Dengan Pressed Flowers Art

Pressed flowers art dari Citè des Fleur bisa jadi alternatif untuk mempercantik rumah saat lebaran kali ini. Seperti apa bentuknya?

Rumah Semakin Cantik Saat Lebaran Dengan Pressed Flowers Art
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Dekorasi Pressed flowers art dari Citè des Fleur bisa menjadi pilihan menyambut Lebaran 1440 Hijriah. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, momen lebaran adalah momen yang paling dinanti.

Biasanya, untuk merayakan lebaran, beberapa orang memiliki tradisi bersih-bersih dan menambahkan dekorasi rumahnya.

Apakah Anda juga salah satu yang terbiasa melakukan tradisi tersebut? Apakah Anda sudah mempersiapkan akan mendekorasi ruangan rumah Anda seperti apa?

Pressed flowers art dari Citè des Fleur mungkin bisa menjadi pilihan Anda. Amelie Casadevall, founder sekaligus artist Citè des Fleur mengatakan, pressed flowers art adalah kerajinan bunga kering yang berbentuk dua dimensi.

Berbeda dari bunga kering biasanya, pressed flowers art dibuat dengan cara menekan bunga diatas kertas supaya kandungan airnya hilang. Hasil akhirnya, bunga akan berubah bentuk menjadi pipih.

Karya pressed flowers Amelie, dapat terlihat dipajang di Völks Cafe Surabaya. Di sana karya-karya pressed flowernya tampak diletakkan dalam bingkai beragam ukuran dan bentuk, ada yang persegi, juga segi enam.

Bunga bougenvile, kelopak mawar, dan daun-daunan yang sudah dipipihkannya tampak disusun cantik dan dikombinasikannya dengan lettering art.

"Saat ini trend dekorasi sangat memungkinkan seseorang untuk berekspresi dengan huniannya. Karya bunga kering dalam pigora kayu itu contohnya, tak hanya sekadar dipajang diatas meja, dengan itu pun kalian juga bisa membuat wall art," ujar Amelie.

Caranya sangat mudah, lanjut Amelie, cukup dengan menata foto keluarga atau foto liburan yang tertempel di dinding dengan beberapa pressed flowers art dalam pigora.

Wall art , imbunhnya, saat ini juga sedang trend dalam dekorasi rumah. Beberapa tempat makan pun tamoak mendesain dinding kosongnya dengan wall art.

Selain itu, Amelie pun memiliki dry flower wreath, bunga-bunga kering yang disusunnya melingkar pada rotan atau kuningan. Berbeda dengan pressed flowers art, dry flower wreath tampak lebih bulky dan tiga dimensi.

"Lingkaran bunga ini biasanya diletakkan di depan pintu. Namun, trend dekorasi saat ini juga memungkinkan dry flower wreath diletakkan di kamar, di sebelah cermin rias, juga di dinding ruang tamu," papar Amelie.

Pressed flowers art buatannya dibandrol mulai Rp 150 ribu untuk ukuran pigora kecil. Sementara dry flower wreath dipatoknya seharga Rp 400 ribu.

Namun ketimbang membeli, Amelie mengatakan sebaiknya membuat karya kerajinan bunga itu sendiri di rumah. Sebab menurutnya, pressed flowers art dan dry flower wreath mudah untuk dibuat sendiri di rumah.

Penulis: Hefty's Suud
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved