Berita Bisnis

Momen Bulan Ramadan dan Lebaran, Dongkrak Penjualan Elektronik Hingga Pertengahan 2019

Pameran masih menarik konsumen untuk belanja elektronik tanpa menunggu rumah baru atau apartemen baru.

Momen Bulan Ramadan dan Lebaran, Dongkrak Penjualan Elektronik Hingga Pertengahan 2019
surya.co.id/sugiharto
Pameran elektronik UFO di Atrium Tunjungan Plasa Surabaya, Rabu (22/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di bulan Ramadan dan Lebaran 2019 ini, penjualan elektronik seperti televisi, Air Conditioner (AC), mesin cuci dan lemari es, berpeluang menjadi pendorong peningkatan penjualan di semester I tahun 2019.

Toko UFO Electronic memprediksi penjualan akan meningkat 10 persen hingga akhir semester I atau Juni 2019.

"Kami melihat saat ini waktunya ekonomi kembali tumbuh ya. Termasuk sektor ritel elektronik. Semoga bisa mengikuti harapan properti yang tahun ini diprediksi tumbuh lebih tinggi dibanding tahun lalu," ungkap Puji Horixon, Direktur UFO Electronic disela pameran di atrium TP III, Surabaya, Kamis (23/5/2019).

Diakui Puji, sektor properti ikut mendorong peningkatan penjualan elektronik dan furniture, terutama properti baru.

Sektor ini memberi kontribusi yang besar terkait pasar elektronik lebih dari 50 persen.

Kemudian sektor teknologi pada produk elektronik. Seperti teknologi inverter pada lemari es, AC dan lainnya.

UFO Electronic juga berupaya mencapai peningkatan tersebut dengan menggelar pameran sejak Rabu (22/5/2019) hingga Minggu (26/5/2019).

"Pameran masih menarik konsumen untuk belanja elektronik tanpa menunggu rumah baru atau apartemen baru. Pameran bisa menunjukkan teknologi dan produk baru elektronik yang bisa membuat konsumen belanja. Apalagi kami ada banyak promo," ungkap Puji.

Selama pameran, Puji mentargetkan penjualan unit televisi sebanyak 2.000 unit. Kemudian AC sebanyak 1.500 unit, disusul mesin cuci dan lemari es.

Saat ini, kebutuhan produk elektronik tidak lagi berdasarkan fungsinya. Tapi juga teknologi dan prestise.

Seperti televisi, saat ini pembelian televisi dilihat dari brand, teknologi dan penampilan yang menarik.
"Konsumen semakin banyak yang membeli televisi ukuran besar. Mulai dari 32 inci, 40 inci dan 43 inci, yang sudah tidak lagi kena pajak barang mewah, sehingga harganya menjadi cukup terjangkau," jelas Puji.

Apalagi penjualan elektronik sekarang bisa tukar tambah atau sistem trade in.

Hal ini cukup memberi pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan nilai lebih dari nilai taksir produk lama sekaligus solusi bagi yang tidak ingin menambah barang di rumah.

Selain itu juga ada cicilan belanja dengan menggunakan jasa lembaga pembiayaan Home Credit Indonesia (HCI).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved