Berita Mojokerto

Mayat Pria Bertato Mengambang di Kali Brantas. Identitasnya Masih Misterius

Sesosok mayat pria bertato ditemukan megambang di kali Brantas, desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Ini ciri-cirinya...

Mayat Pria Bertato Mengambang di Kali Brantas. Identitasnya Masih Misterius
tribun jatim/febrianto ramadani
Lokasi penemuan sesosok mayat bertato di sekitar kali brantas Dusun Sidonganti, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, jumat sore (24/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim, Febrianto Ramadani

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Warga Dusun Sidonganti, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, digegerkan oleh penemuan mayat bertato yang mengapung di tepi sungai kali Brantas, Jumat (24/05/2019) sore. 

Mayat tersebut pertama kali ditemukan salah satu warga yang hendak ke sawah dengan menyusuri tepi Kali Brantas.

Mayat ditemukan dalam kondisi membengkak, tertelungkup, tanpa mengenakan baju, serta hanya mengenakan celana jeans.

Melihat kondisinya, mayat ini diduga sudah berada di dalam air selama 2 atau 3 hari.

“Setelah penemuan mayat di Kali Brantas, kami dipanggil sama warga, kami kira mayat ini bukan dari wilayah Jombang. Kalau dari wilayah Jombang rambutnya biasanya sudah gundul. Tapi rambutnya masih utuh, yang jelas, kami perkirakan korban berasal dari area sekitar sebelah Timur Sungai Sipon,” ujar Taji, Kepala Dusun Sidonganti, Desa Ngingas Rembyong. 

Kapolsek Sooko, AKP Buanis Yudo Haryono menjelaskan, mayat saat ditemukan seperti boneka, posisi tengkurap, berjenis kelamin laki-laki. Karena kondisi saat ditemukan tengkurap masih belum ditemukan luka-luka.

“Kami dapat Informasi dari masyarakat bahwa adanya mayat yang mengambang, ke pihak kepolisian, lalu kita tindak lanjuti. Untuk sementara masih Mr.X, umur diperkirakan 35 sampai 40 tahun,” ungkap Buanis, Jumat Sore (24/5/2019).

Buanis menambahkan, barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian terdiri dari dompet, kunci, handphone. Dompet berisi KTP perempuan, kertas-kertas yang akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau mengambang biasanya 2 sampai 3 hari, untuk saat ini belum ditemukan luka-luka di tubuh mayat. Namun korban banyak tato mulai dari tangan sampai kaki,” imbuh Buanis.

Sore tadi mayat langsung dibawa ke Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, untuk dilakukan identifikasi.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved