Grahadi

Beranda Grahadi

Gubernur Khofifah Harap BUMN Bantu Peningkatan Rasio Elektrifikasi Jatim

Di Jatim masih ada sekitar 560 ribu yang belum terelektrifikasi. Khusus di Bojonegoro ada sekitar 28 ribu rumah yang belum terelektrifikasi

Gubernur Khofifah Harap BUMN Bantu Peningkatan Rasio Elektrifikasi Jatim
Ist/Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan pada acara peresmian dan penyerahan bantuan listrik instalasi rumah di Bojonegoro 

Terakait perjanjian ini, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan menunjukkan kerjasama yang kuat antar daerah untuk mewujudkan koneksivitas.

Menurutnya, dengan adanya koneksifitas akan mampu memberikan efisiensi dan efektivitas yang tinggi bagi warga masyarakatnya.

“Harapan kami jembatan yang akan menyambungkan Kanor dan Rengel ini bisa segera diwujudkan dan masyarakat akan segera tersupport koneksifitasnya,” tutur Khofifah sembari menambahkan lewat koneksifitas maka nilai ekonomi akan tumbuh termasuk layanan kesehatan, pendidikan, maupun agamanya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa di bulan Ramadan ini agar bangsa Indonesia bisa terus rukun, tenang dan damai. Selain itu, dirinya berharap persatuan dan persaudaraan bisa terus dijaga sebagai kunci sukses pembangunan.

“Mari terus bersatu karena meski ada jembatan tapi tidak bersatu akan sia-sia, begitupun jika instalasi PLN diganggu oleh oknum maka aliran listrik ke masyarakat akan terputus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Setiajit mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi di Jatim mencapai 95,84%. Untuk meningkatkan rasio tersebut, pihaknya juga terus mengajak BUMN khususnya PLN Distribusi Jatim untuk membantu masyarakat miskin di Jatim.

Pemprov Jatim, lanjutnya telah memberikan bantuan antara lain, pemasangan pemanfaatan jaringan instalasi listrik berupa instalasi rumah dan sambungan rumah pada tahun 2019 dialokasikan sebesar Rp 1,6 miliyar untuk 960 KK. Daya listrik yang diberikan sebesar 450 Watt setiap KK dan pulsa token sebesar 303 ribu.

“Dengan kondisi 3 lampu dan 1 stop kontak, maka diasumsikan token tersebut bisa sampai dengan 5 bulan,” terangnya sembari meminta kepada rumah tangga yang dibantu agar membuat celengan listrik.

Ditambahkan, terdapat 5 kabupaten yang mendapat bantuan elektrifikasi, antara lain yaitu Kabupaten Bojonegoro sebanyak 95 KK, Kabupaten Situbondo sebanyak 320 KK, Kabupaten Bondowoso 150 KK, Kabupaten Trenggalek 200 KK, dan Kabupaten Pacitan 200 KK.

Selain itu, bantuan pemasangan jaringan pemanfaatan listrik berupa instalasi rumah dan sambungan rumah oleh gabungan BUMN, BUMD maupun swasta yang dikoordinasi oleh PLN dan Dinas ESDM Prov Jatim di wilayah Madura sebesar 107.518 KK.

“Kalau ini selesai pada tahun 2019 maka di akhir tahun 2019, seluruh wilayah Madura rasio elektrifikasinya bisa mencapai 95%,” terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, General Manager PLN Distribusi Jatim, Kepala Bakorwil Bojonegoro, serta Forkopimda Kabupaten Bojonegoro. (cms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved