Aksi 22 Mei
Download Browser Opera! Cara Alternatif Whatsapp (WA) Facebook (FB) Instagram (IG) Bisa Normal Lagi
Tutorial atau cara pakai browser Opera untuk menjalankan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) secara normal tidak gangguan
SURYA.CO.ID | SURABAYA - Aplikasi sosial media (Sosmed): Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) masih mengalami gangguan atau error atau down hingga Jumat 25 Mei 2019 malam. Tapi, ada cara membuat internet kembali normal tanpa download aplikasi VPN atau mengganti DNS yang berbahaya.
Cara tersebut dengan menginstal aplikasi Opera pada HP ataupun komputer yang biasa anda pakai. SURYA.CO.ID sudah mencoba pemakaian aplikasi Opera tersebut dan berhasil mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan normal.
Adapun cara memanfaatkan aplikasi Opera untuk mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan nomal adalah anda harus menginstal terlebih dulu.
Klik Link DI SINI untuk menginstal aplikasi OPERA
Setelah menginstal aplikasi tersebut, anda perlu melakukan setting aplikasi opera agar bisa mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan normal.
Lihat gambar di bawah ini untuk melakukan setting untuk bisa mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan normal.
Setelah menekan tombol itu anda akan masuk ke dalam setting Opera.
Setelah itu lihat kolom 'cari' di sebelah kanan atas, lalu ketikkan 'VPN'
Pastikan tombol VPN itu aktif.
Sementara untuk HP anda tinggal menginstal aplikasi VPN Gratis Opera VPN Gratis di Play Store pada link bawah ini
Untuk diketahui, seting VPN di browser Opera tersebut mengikuti berbagai macam server di dunia.
Apakah aman? SURYA.CO.ID coba menelusuri di internet. Dalam artikel KOMPAS.COM berjudul Opera Browser Sediakan VPN Gratis untuk Pengguna Android diketahui fitur tersebut sudah lama diujicobakan dan belum ada kendala.
Menurut pihak Opera, fitur VPN ini digelontorkan pada pengguna sebagai perlindungan tambahan ketika berselancar di dunia maya.
"Kami telah mulai menguji fitur VPN bawaan pada browser kami untuk pengguna Android.
Pengguna Beta di seluruh dunia dapat menguji fitur VPN ini dengan gratis dan tak terbatas," tulis pihak Opera.
"Fitur baru ini dirancang untuk meningkatkan kontrol dan privasi penjelajahan Anda.
Anda tidak perlu lagi mengunduh aplikasi berbayar secara terpisah untuk melindungi aktivitas Anda saat menggunakan Wi-Fi publik," lanjut mereka.
Cara mengaktifkan VPN ini sangat mudah. Pertama-tama, pengguna cukup mengunduh "Opera browser beta" di Google Play Store.
Setelah terinstal, cukup masuk pada menu "pengaturan" atau "setting" dan pengguna akan menemukan tombol untuk menyalakan dan mematikan VPN.
VPN sendiri memang menjadi sebuah alat yang penting untuk melindungi privasi kita di dunia maya.
Namun VPN juga seringkali disalahgunakan untuk membuka situs web yang diblokir di suatu wilayah.
Meskipun VPN ini bisa digunakan secara cuma-cuma, Opera menjamin bahwa pihaknya tidak akan menyimpan atau mengumpulkan data tertentu dari pengguna.
"VPN kami adalah layanan tanpa meninggalkan 'log', yang berarti kami tidak akan bisa mengumpulkan informasi apapun dari mereka yang menggunakan server jaringan ini. Ini akan menjaga data pribadi Anda terlindungi dari penyusup ketika terhubung dengan jaringan Wi-Fi publik," ungkap pihak Opera.
Untuk diketahui, internet untuk sosial media yaitu Whatsapp (WA) Facebook (FB) Instagram (IG) mengalami gangguan berupa pembatasan penggunaan oleh Pemerintah sejak Rabu 22 Mei 2019.
Pengamatan SURYA.CO.ID, aplikasi Whatsapp Facebook dan Instagram masih mengalami pembatasan, yakni gangguan atau error atau down pada pengiriman gambar dan video.
Untuk melihat atau mengunduh gambar dan video di Whatsapp Facebook serta Instagram juga masih belum bisa dilakukan.
Dilansir SURYA.co.id dari artikel KOMPAS.com berjudul Sampai Kapan Pemerintah Batasi Akses ke WhatsApp dan Instagram? diketahui pembatasan ini tanpa batas waktu.
Dalam artikel itu disebutkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pemblokiran ini akan kembali dibuka jika situasi sudah kondusif.
"Tunggu kondusif ya, yang bisa menyatakan suasana kondusif atau tidak tentu dari pihak keamanan.
Dari sisi intelijen dari sisi Polri dari sisi TNI, kalau kondusif kita akan buka akan fungsikan kembali fitur-fitur.
Karena saya sendiripun merasakan dampak yang saya buat sendiri," ungkap Rudiantara.
Tak hanya itu, Rudiantara pun meminta maaf pada masyarakat atas kerugian yang dialami dalam pembatasan sementara akses media sosial dan aplikasi berkirim pesan ini.
Ia berharap masyarakat dapat memahami tujuan dari pembatasan tersebut.
"Saya mohon maaf apabila ada yang dirugikan. Saya mohon pengertiannya masyarakat yang terdampak," kata Rudiantara dalam wawancara dengan Kompas TV.
Rudiantara menilai, pemblokiran sementara ini sukses menahan penyebaran hoaks terkait aksi 22 Mei lalu.
Menurutnya, jika pemblokiran ini tidak dilakukan, maka konten hoaks dapat menyebar melalui foto maupun video di media sosial.
"Efektif menahan hoaks. Blokir ini efektif terutama untuk penyebaran video, karena kalau video itu efeknya lebih besar dibandingkan dengan foto.
Video itu paling cepat menyentuh emosi," lanjutnya.
(Adrianus Adhi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-aplikasi-whatsapp-pakai-opera.jpg)