Berita Surabaya

Jaga Usus Besar Tetap Sehat, Kasus Kanker Kolorektal Terus Meningkat di Indonesia

Kesehatan usus besar tergantung banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup dan pola makan.

Jaga Usus Besar Tetap Sehat, Kasus Kanker Kolorektal Terus Meningkat di Indonesia
surya.co.id/ahmad zaimul zaq
Dokter Edwin Donardono, SpB-KBD, dokter Adi Husada Cancer Center Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kesehatan usus besar tergantung banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup dan pola makan.

dr. Edwin Donardono, Sp.B-KBD, dokter Adi Husada Cancer Center Surabaya menjelaskan pola makan seimbang menjadi kunci kesehatan usus besar.

"Pola makan harus kita jaga, serta pilihan makanan yang harus diperhatikan. Harus seimbang antara serat, daging, dan buah-buahan. Dulu orang selalu ngomong makan serat, tapi ternyata beberapa sayur malah menyebabkan kanker usus besar, jadi kita harus makan seimbang karbohidrat, daging, dan serat sayur plus buah," kata dokter Edwin saat talkshow Deteksi Dini, Pencegahan, dan Pengobatan Kanker Usus, Kamis (23/5/2019).

dr Edwin menambahkan mengonsumsi daging merah berlebihan meningkatkan resiko kanker usus besar dibandingkan daging putih.

Sementara pemilihan sayur sebaiknya sayur-sayuran yang segar berwarna, seperti hijau dan merah tanpa pewarna.

Pola makan sehat yang harus diperhatikan ini salag satu upaya agar terhindar dari kanker kolorektal atau kanker usus besar, yang kini kasusnya semakin meningkat, terutama di Indonesia.

"Dulu kebanyakan pasien kanker kolorektal berusia diatas 50-60 tahun, sekarang usia di bawah 20 tahun sudah ada yang mengalami kanker usus besar. Pasien termuda saya bahkan berusia 14 tahun, langsung stadium 4," kata dr Edwin, yang juga bertugas di RSUD Dr Soetomo.

Kasus kanker kolorektal kini menduduki peringkat ke 3 di Indonesia dari 10 penyakit terbesar kanker.

Meski kasus kanker usus besar usia muda masih dibawah 5 persen, tapi mulai ada dan mulai banyak.

Menurut penjelasan dr Edwin, penyebab kanker usus besar 80 persen hingga kini tidak diketahui pasti.

Namun yang jelas, bisa karena keturunan, adanya perubahan sel-sel sehat menjadi tidak terkendali, dan karena pemicu bahan dari luar misalnya radiasi, zat pewarna, pengawet makanan, dan arang.

"Kenapa arang? Karena bakar-bakaran, paling sering ini bukan makannanya atau dagingnya, tapi arangnya itu menyebabkan menempel di dinding usus besar. Arang mengandung bahan karsinogenik, yang mengendap," tambah dr Edwin.

Pasien kanker usia muda menurut penelitian medis lanjut dr Edwin paling sering dilatarbelakangi karena bawaan atau keturunan, bukan pola makan.

Sementara pasien kanker usus besar usia 50 tahun ke atas, disebabkan oleh pola makan tidak sehat.

"Penelitian di Amerika menyebutkan sebenarnya kita semua ini punya sel kanker, tapi ada yang tumbuh di usia muda, ada yang nanti tumbuh di usia 100 sampai 150 tahun, tapi kita sudah meninggal karena penyakit lain. Jadi semua berpotensi dan harus menjaga pola makan," tegasnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved