Berita Tuban

Gugatan Pencemaran Nama Baik Kordinator Konghucu Kelenteng Tuban Dikabulkan, Liu & Anton Minta Maaf

Kasus pencemaran nama baik dengan penggugat Bambang Djoko Santoso dengan tergugat Liu Pramono dan Antonius Ong dikabulkan oleh PN Tuban

Gugatan Pencemaran Nama Baik Kordinator Konghucu Kelenteng Tuban Dikabulkan, Liu & Anton Minta Maaf
pixabay
Ilustrasi putusan pengadilan 

SURYA.co.id | TUBAN - Kasus pencemaran nama baik dengan penggugat Bambang Djoko Santoso dengan tergugat Liu Pramono dan Antonius Ong dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tuban.

Ketiganya merupakan orang kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. Bambang selaku Kordinator Konghucu, Liu Pramono selaku wakil ketua umum, dan Anton mantan pendeta kebaktian Konghucu.

Kasus gugatan perdata tersebut didaftarkan sekitar 12 februari lalu. Sidang digelar selama 12 kali dengan agenda yang berbeda hingga sampai pada putusan, Kamis (23/5/2019).

Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusuma, mengatakan gugatan pencemaran nama baik oleh penggugat telah diputus dikabulkan sebagian.

Artinya, pihak tergugat dua orang di antaranya Liu dan Anton harus melaksanakan putusan yakni minta maaf yang dipublikasikan di media massa.

"Tergugat telah melanggar hukum, harus minta maaf kepada penggugat di media massa koran nasional selama tiga hari berturut-turut," kata Donovan dikonfirmasi.

Dari data yang dihimpun Surya, kasus bermula saat di kelenteng dalam sekitar Januari 2019.

Bambang menilai pembicaraan Antonius Ong kasar dan tak pantas jadi pendeta kebaktian Konghucu.

Bahkan, Bambang mengaku pernah mau dipukul dengan gagang lonceng oleh Anton.

Liu Pramono yang menjabat Wakil Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio juga berada di pihak Antonius, sehingga keduanya menjadi tergugat oleh kasus yang diperkarakan oleh Bambang.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved