Senin, 13 April 2026

FKIP Unej Kukuhkan 286 Guru Profesional

Dekan FKIP Unej, Prof Dafik meminta semua lulusan Prodi Pendidikan Guru untuk terus belajar walaupun telah menyelesaikan pendidikan profesi guru

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Pengukuhan guru FKIP Universitas Jember. 

SURYA.co.id | JEMBER - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej) mengukuhkan dan mengambil sumpah 286 guru profesional lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kamis (23/5/2019).

Para guru yang telah menjalani pendidikan selama setahun ini berasal dari Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Bersubsidi Gelombang I sebanyak 16 orang, Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi gelombang I sejumlah 40 orang, Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi gelombang II sejumlah 194 orang, dan peserta Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi Ujian Ulang gelombang I sejumlah 36 orang.

Dalam sambutan pengukuhannya, Dekan FKIP Unej, Prof Dafik meminta semua lulusan Program Studi Pendidikan Guru untuk terus belajar walaupun telah menyelesaikan pendidikan profesi guru. Sebab era yang kini dihadapi oleh para guru adalah era yang bisa berubah setiap saat.

Dafik menegaskan derasnya informasi akibat kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi bagi anak didik, sehingga guru dituntut agar selalu kreatif.

“Guru saat ini menghadapi era revolusi industri 4.0. yang ditandai dengan pemanfaatan TIK secara massif. Kondisi ini membuka kesempatan bagi guru menjalankan proses belajar mengajar yang interaktif dan menarik bagi siswa, kuncinya tentu guru harus kreatif dan untuk kreatif harus terus belajar,” ujarnya.

Acara pengukuhan dan pengambilan sumpah bagi lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Guru di FKIP Universitas Jember ini adalah kali pertama diadakan.

Sebelum resmi dilantik menjadi guru profesional, mereka menempuh pendidikan selama dua semester.

Terbagi dalam separuh perkuliahan dilaksanakan melalui sistem daring sehingga mahasiswa tetap bisa kuliah dari daerah asalnya masing-masing, sementara sisanya dilakukan dengan perkuliahan secara tatap muka di Kampus Tegalboto Unej.

“Materi yang diberikan meliputi bagaimana merancang modul pembelajaran, media pembelajaran, strategi pembelajaran hingga teknik evaluasi pembelajaran. Para mahasiswa PPG diwajibkan membuat video praktek mengajar di kelas dalam Program Pengalaman Lapangan. Nah, kesempatan tatap muka di kampus digunakan mahasiswa dan dosen untuk berdiskusi mengenai hasil praktek lapangan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa PPG,” imbuh Wakil Dekan III FKIP Sukidin.

Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Bersubsidi Gelombang I, Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi gelombang I dan gelombang II, serta Pendidikan Guru Dalam Jabatan Bersubsidi Ujian Ulang gelombang I berasal dari Jember dan daerah sekitarnya seperti dari Ponorogo, Tulungagung, Nganjuk.

Para guru profesional yang dikukuhkan memiliki latar belakang pendidikan beragam, di antaranya lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, Agribisnis Produksi Tanaman, serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved