Aksi 22 Mei 2019

5 FAKTA Mobil Ambulans Gerindra Berisi Batu di Aksi 22 Mei, Tunggak Pajak STNK & Tak Ada Alat Medis

Ada lima fakta tragedi mobil ambulans Gerindra berisi batu di sekitar lokasi kerusuhan saat Aksi 22 Mei. Polisi tidak menemukan alat medis di dalamnya

5 FAKTA Mobil Ambulans Gerindra Berisi Batu di Aksi 22 Mei, Tunggak Pajak STNK & Tak Ada Alat Medis
Kolase KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA
Mobil ambulans berlogo Partai Gerindra terparkir di halaman depan gedung unit reserse mobil (Resmob) Polda Metro Jaya. 

"Jadi, dalam perjalanan (mereka) dibekali uang Rp 1,2 juta untuk operasional," ujar Argo dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (24/5/2019).

Sementara itu, tujuan pengiriman ambulans itu adalah membantu memberikan pertolongan jika ada korban dalam kerusuhan 22 Mei.

"(Yang memberi dana operasional) adalah ketua DPC (Partai Gerindra Kota Tasikmalaya," kata Argo.

Sebelumnya diberitakan, mobil ambulans yang dikirimkan ke Jakarta adalah milik PT Arsari Pratama.

4. 4 tahun tunggak pajak STNK

Ambulans Gerindra berpelat nomor B 9686 PCF yang diamankan polisi saat kerusuhan 22 Mei menunggak pajak.

Di sisi samping mobil tertulis Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com (jaringan SURYA.co.id) melalui laman resmi Samsat Jakarta, mobil tersebut diketahui telah menunggak pajak kendaraan bermotor sejak 25 Februari 2015.

Selain itu, masa berlaku STNK mobil tersebut telah habis sejak 25 Februari 2018.

Oleh karena itu, mobil tersebut dikenakan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Rp 390.600 di luar pajak pokok Rp 1.627.500.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved