Safari Ramadan di Kecamatan Suruh, Warga Tak Mau Ikut Ribut-ribut Soal Pemilu

Ribut-ribut soal Pemilu tak berpengaruh pada warga kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Mereka lebih memilih sibuk dengan pemberdayaan masyarakat

Safari Ramadan di Kecamatan Suruh, Warga Tak Mau Ikut Ribut-ribut Soal Pemilu
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin bersalaman dengan warga saat Safari Ramadan di Kecamatan Suruh, Rabu (22/5/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu tempat safari Ramadan rombongan Pemkab Trenggalek, Rabu (22/5/2019).

Lokasi safari berada di Masjid Baiturrohman di Desa Suruh.

Safari Ramadan dihadiri Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan para pejabat Pemkab.

Dalam safari itu, Camat Suruh Agus Utoyo, mengatakan, setiap pemilihan kepala daerah di sana selalu berjalan damai. Pun dengan pemilihan kepala negara.

"Sudah sebulan lalu di wilayah ini mengkuti Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak. Dari tujuh desa yang mengikuti, alhamdulillah semua berjalan lancar, aman, dan damai," kata dia.

Siapapun pemenang dalam pilkades saat itu, sebut Agus, warga mendukung dan tak ada gejolak.
Saat Pemilihan Presiden (Pilpres) beberapa waktu lalu, kondisi di sana pun cenderung lancar. Ia bilang, pelaksanaan di sana berjalan aman dan damai.

"Juga tak ada gejolak apapun seperti di Ibukota. Walaupun dalam pelaksanaannya kemarin melelahkan," ungkapnya.

Untuk itu, ia berterima kasih kepada para pelaksana Pemilu di tingkat desa, maupun kecamatan.

Ia bilang, ketimbang ribut soal pemilu, pihak kecamatan lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat.

Hal ini salah satunya untuk menurunkan angka stunting yang masih tinggi di wilayah yang 80 persennya adalah pegunungan itu.

"Kami sudah mengarahkan ke Kades (Kepala Desa) untuk menekannkan pada pemberdayaan masyarakat. Infrastruktur yang ada perlu diimbangi program pemberdyaaan masyarakat," ucap dia.

M Nur Arifin meminta, kejadian demo di Jakarta sebaiknya dijadikan pembelajaran bersama.

"Tidak usah ada yang disalahkan. Insyaallah semua ada hikmahnya," katanya.

Ia juga meminta masyarakat agar tak fanatik kepada seseorang.

"Jadi gandrung sama manusia itu selumrahnya saja," pungkasnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved