Pemuda akan Penggal Jokowi Terancam Hukuman Mati,  Kini Kirim Surat Maaf ke Presiden

Hermawan Susanto (HS), pemuda 27 tahun yang akan memenggal kepala Presiden Jokowi terancam hukuman mati, kini meminta maaf kepada Jokowi.

Pemuda akan Penggal Jokowi Terancam Hukuman Mati,  Kini Kirim Surat Maaf ke Presiden
WARTA KOTA
Hermawan Susanto (HS), Pemuda yang akan Penggal Jokowi (kiri) Terancam Hukuman Mati,  Kini Kirim Surat Maaf ke Presiden. 

SURYA.CO.ID - Hermawan Susanto (HS), pemuda 27 tahun yang akan memenggal kepala Presiden Jokowi terancam hukuman mati.

Kini HS mengirim surat permintaan maaf ke Istana Negara agar Jokowi mau mengampuninya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyatakan tidak ada maaf bagi pemuda yang mengancam akan memenggal Jokowi.

Seperti diberitakan, melalui sebuah video yang sempat viral beberapa waktu lalu, seorang pemuda yang ancam penggal kepala Jokowi akhirnya berhasil diringkus polisi.

Pemuda berinisial HS yang ancam penggal kepala Jokowi dalam sebuah aksi di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin pada 10 Mei 2019 lalu kini ditetapkan jadi tersangka.

Pasalnya, tindakan menghina lambang maupun simbol negara bisa dikenakan pasal makar.

Terlebih HS telah menghina presiden Republik Indonesia dan mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

Tindakan HS tersebut dapat dimaksudkan sebagai makar alias perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang.

Amien Rais Tuding Polisi Tembak Demonstran, Polri Ungkap Fakta Beda

Massa Bakar Asrama Brimob di Jakarta 22 Mei, Puluhan Kendaraan Hangus, Ini Kondisi Terkini

Heboh, Tamu Perempuan Melahirkan Seorang Diri di Hotel Cleo Jemursari Surabaya, Nasib Bayinya. . .

Aa Gym: Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Cobaan Berat bagi Ustadz Arifin Ilham. Istri Tak Mau Pisah

Seperti dilansir Surya.co.id dari Kompas.com, Pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman Hibnu Nugroho mengatakan, makar diatur dalam tiga pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, melalui Pasal 104, 106, dan 107.

"(Pasal) 104 itu terkait keselamatan presiden, 106 terkait dengan pemisahan negara kekuasaan, 107 tentang menghasut untuk menggulingkan pemerintahan yang sah," kata Hibnu kepada Kompas.com, Senin (20/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved