Berita Madiun

Pemprov Jatim Siap Tambah Asrama di SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, Begini Kata Gubernur Khofifah

Pemprov Jatim segera menambah fasilitas asrama di SMAN 3 Taruna Angkasa di Madiun.

Pemprov Jatim Siap Tambah Asrama di SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, Begini Kata Gubernur Khofifah
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, Rabu (22/5/2019). 

SURYA.co.id | MADIUN - Pemprov Jatim segera menambah fasilitas asrama di SMAN 3 Taruna Angkasa di Madiun. Sekolah yang bekerja sama dengan TNI AU tersebut bakal ditambah saama dan prasana yang memadai untuk menambah kemajuan fasilitas pembelajaran.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi sekolah yang baru memiliki satu angkatan siswa tersebut. Gubernur Khofifah meninjau asrama tempat para siswa tinggal sembari belajar, gedung pembelajaran, tempat makan dan juga ruang latihan kedisiplinan.

Gubernur perempuan pertama Provinsi Jawa Timur ini menginginkan agar kelak lahir generasi-generasi unggul yang bisa mengisi posisi-posisi strategi yang dibutuhkan bangsa.

"Ini adalah rintisian referensi keteladaan yang sangat kuat dan teruji di lingkungan TNI diadopsi Pemprov Jatim untuk dikembangkan di jenjang sekolah," kata Gubernur Khofifah, Rabu (22/5/2019).

Pemprov sendiri sudah memiliki tiga sekolah lain yang serupa, yaitu di Malang yang dikerjasamakan dengan TNI AL, kemudian SMAN 2 Taruna Bhayangkari yang dikerjasamakan dengan Polri di Banyuwangi, dan SMAN 5 Taruna Brawijaya yang dikerjasamakan dengan TNI AD di Kediri.

"Yang sudah ada lulusannya itu yang di Malang. Kalau yang di Banyuwangi sudah angkatan ketiga. Yang di Kediri sudah adakan MoU dengan TNI AD," ucap Khofifah.

Melalui sekolah ini pihaknya ingin memberikan referensi bahwa bangunan komitmen pada kebangsaan, komitmen nasional dan keteladanan pemimpinan bisa lebih optimal jika pendidikannya dilakukan melalui sistem asrama.

Sebab dengan sistem pendidikan asrama maka semua bisa terkontrol dan termonitor.

Jika sewaktu-waktu ada yang berbeda maka bisa segera diluruskan.

"Untuk siswanya kita memberikan prioritas untuk anak-anak Jawa Timur. Untuk siswa luar Jawa Timur kita berikan kuota sebesar 20 persen," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved