Lapor Cak

Masyarakat Mengaku Terganggu Pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya yang Merokok

Meski sudah ada papan pelarangan merokok, masih ada beberapa orang yang tidak menggubrisnya.

Masyarakat Mengaku Terganggu Pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya yang Merokok
surya.co.id/christine ayu nurchayanti
Pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya masih ada yang merokok meski di lokasi sudah ada larangan merokok. 

Surya.co.id | SURABAYA - Meski sudah ada papan pelarangan merokok, masih ada beberapa orang yang tidak menggubrisnya.

Hal ini membuat resah dan geram beberapa pengunjung, terutama yang tidak bisa terkena paparan asap rokok.

Calista, salah satu pengunjung menuturkan orang-orang yang merokok di tempat umum, termasuk di Taman Flora, dapat mengganggu orang lain

"Saya sendiri biasanya sesak kalau kena asap rokok, kadang batuk-batuk juga. Niatnya kan menikmati keindahan Taman Flora tapi malah terganggu dan memutuskan pindah tempat," tutur Raudha

"Saya paham di taman itu banyak pohon maupun tanaman yang bisa mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Namun tidak bisa jadi alasan bagi masyarakat untuk merokok di dalan taman," lanjutnya.

Taman, Raudha melanjutkan, merupakan fasilitas umum dan setiap orang berhak mengunjunginya sehingga harus bisa menghargai dan menggunakan fasilitas sewajarnya.

"Artinya tidak menganggap tempat umum ini miliknya dengan merokok seakan ini rumah pribadinya. Sebab tidak semua orang terbiasa dgn asap rokok. Apalagi taman flora ini kerap kali digunakan sebagi tempat rekreasi bagi anak-anak sedangkan asap rokok sangat berbahaya bagi mereka," pungkasnya.

Hal yang serupa diungkapkan oleh Tia, pengunjung Taman Flora lainnya.

"Sebenarnya nggak ada masalah kalau mereka mau merokok, itu kan kembali ke pribadinya masing-masing. Tapi tolong, hargai orang-orang di sekitar yang mungkin nggak terbiasa dengan asap rokok," tutur Anindita.

Ingin menegur, lanjutnya, tapi takut tersinggur. Kalau tidak ditegur, diri sendiri mendapat dampak negatifnya.

"Saya sering banget, nggak ngerokok tapi karena duduk bersebelahan, pulang-pulang badan saja malah ikut bau rokok. Saling menghargai dan menghormati aja lah," tuturnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved