Kepala Dinas Kesehatan DKI Sebut 6 Orang Meninggal Saat Bentrok Terjadi di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan ada 6 orang meninggal saat aksi selama 21 Mei hingga 22 Mei 2019.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Sebut 6 Orang Meninggal Saat Bentrok Terjadi di Jakarta
TribunJakarta.com/Leo Permana
Suasana pendemo menghadang Rombongan Presiden Jokowi. Saat peristiwa itu, 5 Pendemo Pingsan Saat Hadang Rombongan Presiden Jokowi, Sempat Bentrok dengan Petugas, Rabu (13/2/2019) malam. 

SURYA.CO.ID | JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan ada 6 orang meninggal saat aksi selama 21 Mei hingga 22 Mei 2019.

Dilansir SURYA.CO.ID dari artikel Tribun Jakarta berjudul  Lebih Dari 80 Pasien Dilarikan ke RSUD Tarakan Akibat Bentrok 21 Mei, 6 Orang Meninggal Dunia, jumlah pasien selama aksi itu lebih dari 80 orang.

Mereka dilarikan ke RSUD Tarakan Jakarta Pusat dan beberapa rumah sakit lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan 80 korban tersebut beberapa di antaranya mengalami luka-lecet hingga luka akibat peluru karet.

"Jadi saat ini kami, semua tim siaga, Seperti yang saya sampaikan kemarin ada 37 titik dilakukan di lapangan, kemudian ada 10 rumah sakit rujukan.

Untuk masalah luka-luka ada luka akibat benda tajam tumpul, dan luka luka lecet, ada luka robek,

dan beberapa menembus ke pembuluh darah di paru-paru.

Sejauh ini yang kami lihat di RSUD Tarakan memang ada (korban) peluru karet," kata Widyastuti, Rabu (22/5/2019).

Ia mengatakan saat ini terpantau ada 6 orang meninggal dunia akibat kejadian bentrok tersebut.

6 korban meninggal dunia tersebut satu berada di RSUD Tarakan, dua di RS Pelni, satu korban di RS Budi Kemuliaan, satu korban di RS Mintoharjo, dan satu orang meninggal dunia di RSCM.

Halaman
123
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved