Dinsos Kota Malang Bereaksi Terhadap kasus Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang

Viralnya kabar mutilasi di Pasar Besar Kota Malang beberapa hari lalu membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang mulai waspada.

Dinsos Kota Malang Bereaksi Terhadap kasus Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang
surya.co.id/rifky edgar
Muhammad Luthfi, Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan saat menunjukkan tulisan Sugeng yang terdapat di sebuah rumah kosong yang terletak di Jalan Jodipan Wetan Gang Ill, Blimbing Kota Malang. Kamis (16/5/2019) 

SURYA.co.id | MALANG - Viralnya kabar mutilasi di Pasar Besar Kota Malang beberapa hari lalu membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang mulai waspada.

Dengan kejadian seperti itu, membuat Dinsos kini mulai berbenah diri. Pasalnya, pelaku adalah tunawisma. 

Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Triastuti mengatakan, bahwa tunawisma bisa saja berubah perilakunya menjadi tidak terkendali apabila mengidap gangguan jiwa ataupun gangguan mental.

Untuk itu, dalam menangani kasus seperti ini Dinsos telah membentuk Tim yang bernama Keswa (Kesehatan Jiwa).

Menurutnya, tim Keswa ini bekerja menangani pasien yang menderita gejala Psikotik.

Kata Pipih, Psikotik merupakan gangguan mental yang ditandai dengan diskoneksi kenyataan.

Seperti, halusinasi, bicara tak jelas dan berperilaku agresif.

"Tiap Puskesmas ini sudah punya Keswa. Biasanya kalau ada laporan dari masyarakat, Tim Keswa ini langsung turun ke lokasi untuk menindak lanjuti orang yang mengidap Psikotik tersebut," ujarnya Rabu (22/5).

Pipih mengaku prihatin, dengan kejadian mutilasi yang telah terjadi di Kota Malang.

Ia tak menyangka, bahwa kasus mutilasi itu dilakukan oleh seorang Tuna Wisma.

Halaman
123
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved