Berita Surabaya

Mahasiswa UK Petra Gunakan VR untuk Kampanye Sosial, Ajak Pengunjung Tolak Animal Abuse

mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra dan timnya dalam kampanye isu sosial #IKOMOVEMENT yang diadakan Atrium Radius Prawiro UK Petra

Mahasiswa UK Petra Gunakan VR untuk Kampanye Sosial, Ajak Pengunjung Tolak Animal Abuse
sulvi soviana/surya
Pengunjung stan kampanye They Are Worth Living saat mencoba Virtual Reality untuk merasakan efek dari kekerasan yang selama ini dilakukan pada hewan dalam #IKOMOVEMENT yang diadakan Atrium Radius Prawiro UK Petra, Selasa (21/5/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kekerasan pada hewan khususnya anjing kerap terjadi di masyarakat. Mulai dari kondisi kandang yang tak layak hingga kekerasan fisik yang dilakukan manusia pada hewan (animal abuse).

Hal ini diangkat Natasya Rachel (20), mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra dan timnya dalam kampanye isu sosial #IKOMOVEMENT yang diadakan Atrium Radius Prawiro UK Petra, Selasa (21/5/2019).

Memakai media Virtual Reality dan kandang manusia yang dibuat dari tali, Rachel mengungkapkan ingin membuat pengunjung stannya merasakan apa yang dirasakan hewan saat disakiti.

"Jadi mereka bisa melihat dan mendengar kesakitan hewan saat disiksa melalui VR. Kami juga membuat kandang seukuran manusia, agar bisa tahu bagaimana rasanya anjing-anjing itu di kandang yang kadang bisa jadi berukuran sempit dan tak layak," kata Natasya.

Kampanye yang dinamakan They Are Worth Living ini ingin menunjukkan bahwa hewan itu juga berhak hidup, tak hanya hidup tetapi juga berhak di sayangi.

Kampanye lain diusung Sherin Fongana (20) dan Felita Wibowo (21).

Mereka mengkampanyekan untuk menumpuk bekas tempat makan di kantin di tengah meja, sehingga memudahkan pekerjaan pelayan kantin.

"Kampanye kami lakukan dengan menempel stiker tumpuk di tengah di setiap meja kantin. Kami mengajak mahasiswa yang biasanya meremehkan pekerjaan membereskan tempat makan karena merasa sudah ada pelayan di kantin untuk lebih sadar diri," urai Sherin.

Kampanye mereka juga mendapat respon baik dari pengelola kantin dan petugasnya.

Pasalnya, kantin jadi lebih cepat dibersihkan saat makan siang sehingga mahasiswa bisa bergantian menggunakan meja kantin dengan nyaman.

Bramsetya Handi, panitia pameran mengungkapkan kegiatan pameran ini sebagai bentuk tugas dari media kampanye public relation.

Mereka melakukan kampanye dengan mengambil 12 isu sosial.

"Kampanye ini dikemas apik oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra selama empat hari berturut-turut dan merupakan bagian dari mata kuliah Kampanye Relasi Publik para mahasiswa semester 6," imbuh Handi.

Selain pameran, banyak kegiatan telah disusun diantaranya talkshow, games interaktif, roleplay, fashionshow batik hingga workshop yang dikemas unik dan kreatif.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved