Berita Gresik

Alasan 15 Sekolah Swasta di Driyorejo Gresik Menolak Berdirinya SMP Negeri  33

Sebanyak 15 sekolah swasta di Kecamatan Driyorejo menolak berdirinya SMP Negeri 33. Mereka khawatir mengurangi jumlah murid di sekolah swasta.

Alasan 15 Sekolah Swasta di Driyorejo Gresik Menolak Berdirinya SMP Negeri  33
surya.co.id/willy abraham
Enam orang perwakilan 15 sekolah swasta di Kecamatan Driyorejo mendatangi DPRD Gresik seusai memberikan surat tembusan penolakan berdirinya SMPN 33 di Driyorejo, Selasa (21/5/2019).  

SURYA.co.id | GRESIK - Sebanyak 15 sekolah swasta di Kecamatan Driyorejo menolak berdirinya SMP Negeri 33. Mereka khawatir mengurangi jumlah murid di sekolah swasta.

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Gresik, Samsul Anam mengaku kecewa dengan sikap Dinas Pendidikan (Dispendik) yang lebih memilih mendirikan sekolah negeri baru dibanding membantu meningkatkan kualitas pendidikan sekolah swasta di Driyorejo.

"Dinas patokannya jumlah pendaftar di SMPN 1 Driyorejo besar sehingga tidak mampu menampung lalu ditarik ke SMPN 33 yang belum dibangun. Mereka tidak pernah berpikir bahwa sekolah swasta seperti Mts siap menampung juga," ujarnya, Selasa (21/5/2019).

Padahal sekolah swasta di Kecamatan Driyorejo juga siap menampung, pagu juga tersedia.

Menurutnya, keberadaan sekolah swasta di Driyorejo yang lebih lama berdiri dan jelas seperti dianaktirikan padahal jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan sekolah swasta merupakan juga tanggungjawab pemerintah.

"Seandainya dana 2,5 miliar untuk membangun SMPN 33 dihibahkan ke sekolah swasta untuk menambah apakah di labnya itu lebih cepat meningkatkan kualitas," terang dia.

Lanjut Samsul, apabila SMPN 33 tetap berdiri, maka sekolah swasta akan terkena dampaknya seperti kekurangan murid.

Kekurangan murid bagi sekolah swasta membuat para tenaga pengajar yang telah mengabdi akan kehilangan sedikit demi sedikit penghasilan.

Dampak paling terasa murid sekolah swasta berkurang. Jika siswa berkurang,maka jumlah jam mengajar berkurang dan pendapatan guru akan berkurang.

Ditambah lagi, sistem informasi manajemen pelatihan berbasik teknologi informasi dan komunikatif (Simpatik) atau data pokok kependidikan (Dapodik) jam mengajar guru tidak terpenuhi maka tunjangan profesi pendidik (TPP) tidak bisa cair.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved