Berita Surabaya
80 Siswa Indonesia 10 Bulan Ikuti Program YES di AS, Dua Siswa dari Surabaya
Sebanyak 80 siswa Indonesia akan mengikuti program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2019-2020 di Amerika Serikat.
Penulis: Heftys Suud | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 80 siswa Indonesia akan mengikuti program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2019-2020 di Amerika Serikat.
Dari 80 siswa tersebut 30 peserta dari Indonesia Timur dan dua dari Surabaya. Mereka pada Selasa (21/5/2019) mereka berkunjung ke Konsulat Jenderal AS di Surabaya untuk melakukan wawancara visa keberangkat ke Amerika Serikat.
Kepala Humas Konsulat Jenderal AS Christine Getzler-Vaughan mengatakan program tersebut menjadi bukti adanya hubungan baik antara Indonesia dan Amerika.
Para siswa berusia 15 sampai 16 tahun yang lolos dalam program YES akan 10 bulan berada di Amerika Serikat.
Selama di sana, mereka akan terlibat dalam kegiatan sekolah dan masyarakat sekitar. Dengan begitu, mereka tak hanya mendapat pengalaman pertukaran pelajar, mereka pun akan tinggal dan merasakan hidup sebagai anak Amerika Serikat.
"Selama 10 bulan di sana, mereka adalah duta bagi Indonesia di Amerika. Sepulangnya nanti, mereka menjadi duta Amerika untuk Indonesia," ujar Christine.
Para siswa yang telah melakukan wawancara visa itu, papar Christine, dijadwalkan akan terbang ke Amerika Serikat pada 5 Agustus 2019.
YES adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan meningkatkan pemahaman antara masyarakat Amerika Serikat dengan masyarakat negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim.
Selain mengirimkan siswa Indonesia ke Amerika Serikat, melalui program YES Bina Antar Budaya sejak 2009 juga menerima siswa Amerika Serikat untuk tinggal dengan keluarga Indonesia .
YES dilaksanakan oleh Bina Antar Budaya, organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Organisasi ini berdiri pada 2 Mei 1985.
Christine Getzler-Vaughan, juga menambahkan mereka yang lolos adalah 2 siswa dari Surabaya, 4 siswa dari Ambon, 6 siswa dari Denpasar, 2 siswa dari Gorontalo, 1 siswa dari Kendari, 3 siswa dari Makassar, 2 siswa dari Malang, 1 siswa dari Manado, 1 orang dari Mataram, serta 8 orang Outsearch Initiative dari Kupang, Maumere, Sorong, dan Ternate.
"Selain itu, kali ini ada siswa pertama dari Lampung yang berhasil lolos dalam program ini," ungkap Christine.
Salah satu siswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Petra, siswa dari SMA Katolik Frateran Maumere. Lolos dalam program tersebut, diharapkannya dapat menjadi bukti bahwa anak dari pelosok Indonesia pun bisa Go International.
"Saya sebenarnya berasal dari kampung kecil di NTT, yaitu Nagekeo. Saya jauh-jauh bersekolah ke Maumere karena saya tahu ada kesempatan untuk ini," ujar Petra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sejumlah-siswa-asal-indonesia-timur-di-konsulat-as-selasa-2152019.jpg)