Berita Gresik

20 Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Gresik, Ini Imbauan Dishub

Terbatasnya palang pintu dikhawatirkan akan menambah angka kecelakaan di perlintasan rel kereta api saat arus mudik dan arus balik lebaran.

20 Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Gresik, Ini Imbauan Dishub
Surabaya.Tribunnews.com/Willy Abraham
Dishub memasang banner himbauan agar para pengendara berhati-hati di pos perlintasan Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Selasa (21/5/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sebanyak 20 lokasi perlintasan Kereta Api (KA) di Gresik tidak memiliki palang pintu. Sehingga pengguna jalan dan pengendara harus ekstra hati-hati.

Melihat itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik memasang banner himbauan agar para pengendara yang melintasi rel kereta api hati-hati.

Terbatasnya palang pintu dikhawatirkan akan menambah angka kecelakaan di perlintasan rel kereta api saat arus mudik dan arus balik lebaran.

"Saat ini kami meminta agar para petugas lebih optimal mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Kasi Perhubungan Udara dan Perkeretaapian Dishub Gresik Sugianto, Selasa (21/5/2019).

Empat titik perlintasan yang memiliki penjaga antara lain, perlintasan Desa Hendrosalam, Kecamatan Menganti. Kemudian Desa Setrohadi, Tambak Rejo dan Tumpael ketiganya berada di wilayah Kecamatan Duduksampean.

Namun yang murni mendapat anggaran dari Pemkab hanya di Kecamatan Duduksampean. Sedangkan di Hendrosalam petugas jaga hanya mendapat iuran sukarela dari warga.

Lanjut Sugianto, tanggung jawab memenuhi palang pintu di setiap perlintasan rel bukan dari pemerintah daerah. Melainkan dari pemerintah provinsi maupun PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pihaknya sejak 2014 telah mengirim berkas tentang pengajuan bantuan palang pintu perlintasan kereta api.

"Hingga kini belum ada realisasi," singkatnya.

Melihat potensi kecelakaan yang cukup tinggi, Pemkab Gresik berinisiatif menambah petugas jaga dan fasilitas.

Satu titik nanti akan ada dua orang petugas jaga, lengkap dengan fasilitas pos.

"Nantinya semua anggaran diambil dari APBD," kata dia.

Pihaknya berharap seluruh perlintasan rel kereta api di seluruh wilayah Kabupaten Gresik sudah ada penjaga. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved