Liputan Khusus

Waspadai Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Ngawi-Kertosono saat Mudik Lebaran 2019

Tol Ngawi-Kertosono memang berada di tengah-tengah Tol Trans Jawa sehingga diduga menjadi titik lelah pengguna jalan.

Waspadai Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Ngawi-Kertosono saat Mudik Lebaran 2019
surya.co.id/mohammad romadoni
Salah satu rest area di ruas tol Ngawi-Kertosono yang bisa dimanfaatkan pemudik Lebaran 2019 

SURYA.co.id | NGAWI -Dirut PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri Iwan Moedyarno mengungkapkan bebarapa titik di ruas Tol Ngawi-Kertosono rawan potensi kecelakaan yang perlu diwaspadai pemudik.

Iwan mengatakan, Tol Ngawi-Kertosono cenderung lurus sehingga perlu diantisipasi pengguna jalan.

“Karena jalan tol kita ini cenderung lurus, ya yang perlu diantasipasi rawan kecelakaan di KM 643, KM 670, KM 617 dan KM 638,” ungkapnya, Minggu (19/5/2019).

Dia menjelaskan, Tol Ngawi-Kertosono memang berada di tengah-tengah Tol Trans Jawa sehingga diduga menjadi titik lelah pengguna jalan.

Apalagi kondisi jalan tol tersebut cenderung lurus dan mulus itulah yang membuat sebagian orang terlena menekan gas dalam-dalam tanpa sadar memacu kencang kendaraannya.

Karena itulah banyak kejadian kecelakaan tabrak belakang di jalan Tol Ngawi-Kertosono.

“Banyak tabrak belakang. Jadi orang terlena menekan gas terus tidak sadar kalau itu (mobil) sudah melaju kencang, gitu lho bahayanya. Ada banyak rambu lalu lintas yang memperingatkan batas kecepatan,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya mengimbau supaya pengguna jalan mempersiapkan kondisi fisik dan kondisi kendaraan ketika akan berpergian ke luar kota melalui jalan tol.

Adapun imbauan itu yakni pertama agar mempersiapkan kondisi kendaraan, rem, ban, mesti dilihat, soalnya banyak sekali kondisi ban meledak karena tidak siap.

Kedua, pastikan kondisi pengemudi juga staminanya harus kuat apalagi Ramadan.

Pastikan saldo E-Tol cukup, karena jika tidak bisa menghambat kendaraan lain yang berada di belakangnya hingga berpotensi akan membuat kemacetan.

“Terpenting, patuhi rambu lalu lintas. Misalnya, orang dari Surabaya mau ke Madiun, karena tidak baca rambu, bablas ke Ngawi,” pungkasnya.

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved