Berita Tulungagung

Tetap Pakai Sistem Zonasi, Ini Perbedaan PPDB SMP Tahun Lalu dengan 2019 di Tulungagung

PPDB tingkat SMP negeri di Tulungagung dipastikan kembali menggunakan sistem zonasi

Tetap Pakai Sistem Zonasi, Ini Perbedaan PPDB SMP Tahun Lalu dengan 2019 di Tulungagung
surya/david yohanes
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Suharno. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negeri di Tulungagung dipastikan kembali menggunakan sistem zonasi. Namun yang membedakan tahun 2019 ini, dalam pengaturan zonasi sekolah, dicantumkan juga desa-desa yang masuk zona tersebut.

Hal ini untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkan sekolah, bagi anak-anak dari desa yang jaraknya nanggung. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah desa yang jaraknya jauh dari SMP Negeri mana pun.

“Sekarang tidak ada lagi desa yang nanggung (jaraknya). Karena masing-masing SMP Negeri sudah ditentukan desa-desa yang masuk zonanya,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung, Suharno, Senin (20/5/2019).

Zonasi ini untuk memastikan, setiap anak diprioritaskan di sekolah terdekat.

Jumlah siswa yang masuk lewat sistem zonasi ini mencapai 90 persen dari kuota sekolah.

Sedangkan 10 persen sisanya dialokasikan untuk jalur prestasi dan siswa pindahan antar daerah.

“Bukan hanya jaraknya yang dipertimbangkan. Akses dari rumah ke sekolah juga menjadi pertimbangan,” tambah Suharno.

Dari seluruh zona yang ditetapkan, wilayah kota yang paling banyak ditempat SMP Negeri yang dianggap favorit.

SMP tersebut adalah SMPN 1 Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung.

Selain itu di wilayah kota juga ada SMPN 6 Tulungagung dan SMPN 4 Tulungagung.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved