Terima Santunan, Ahli Waris Petugas Linmas Pingsan di Pelukan Khofifah

Estu Catur, istri petugas Linmas di TPS Kota Madiun pingsan di pelukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menerima santunan

Terima Santunan, Ahli Waris Petugas Linmas Pingsan di Pelukan Khofifah
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Estu Catur, istri petugas Linmas di TPS Kota Madiun pingsan di pelukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima santunan di Gedung Grahadi, Senin (20/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Estu Catur, istri petugas Linmas di TPS Kota Madiun pingsan di pelukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menerima santunan di Gedung Grahadi, Senin (20/5/2019).

Suaminya, Dodot Priambodo meninggal dunia usai bertugas sebagai Linmas di TPS Lapas Kota Madiun.

Sebagai istri, ia mengaku tidak menyangka bahwa suaminya meninggal sedemikian cepat. Ia mengaku tak mampu menahan emosinya saat disantuni oleh Pemprov.

Almarhum suaminya sehari-harinya bekerja sebagai penjaga Lapas di Kota Madiun. Saat ada pelaksanaan Pemilu di Lapas, maka ia mendapatkan amanah sebagai penjaga TPS.

"Suami saya meninggal tanggal 26 April 2019. Saya sangat tidak menyangka, padahal suami saya tidak punya riwayat penyakit jantung, tapi di hari ia meninggal ia terkena serangan jantung," tutur Estu usai sadar dari pingsan.

Sama sekali tidak mendapatkan firasat, Estu sendiri berada di Bandung saat suaminya terserang penyakit jantung. Suaminya meninggal saat dilarikan ke rumah sakit.

Menurutnya, almarhum suaminya tidak memiliki tanda sakit dan masih sehat bugar. Termasuk saat melaksanakan tugas dalam Pemilu. Menurutnya saat bertugas memang sampai pulang malam dan lewat tengah malam.

Namun ia mengaku tidak menyangka kalau itu lantaran bertugas sebagai petugas pengamanan di TPS Lapas. Ia baru tahu saat banyak wartawan datang ke rumahnya usai suaminya meninggal dunia.

"Yang bikin saya nggak kuat sekali ditinggal adalah suaminya meninggalnya saat peringatan hari pernikahan kami," katanya.

"Sampai sekarang saya masih sangat sedih kalau mengingat mendiang suami saya, makanya tadi saat disantuni Bu Khofifah saya lemas ingat beliau," tuturnya masih lemas dan berlinang air mata.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved