Teka-teki 'Maluku' Dalam Kasus Mutilasi Perempuan di Pasar Besar Kota Malang Belum Terungkap

Polisi belum berhasil mengungkap identitas korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang. Teka-teki menganai Maluku belum bisa terjawab.

Teka-teki 'Maluku' Dalam Kasus Mutilasi Perempuan di Pasar Besar Kota Malang Belum Terungkap
surya malang/rifky edgar
Dari kiri, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri ; Sugeng Angga Santoso, pelaku mutilasi di Pasar Besar ; dan Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Trestiawan dalam rilis kasus mutilasi yang digelar di halama Polres Malang Kota pada Senin (20/5). 

SURYA.co.id | MALANG - Meski pelaku mutilasi terhadap perempuan di Pasar Besar Kota Malang telah ditangkap dan dijadikan tersangka, polisi masih belum bisa mengungkap identitas perempuan tersebut. 

Dari penyidikan terhadap tersangka Sugeng Angga Santoso, polisi hanya mendapat informasi bahwa korban adalah 'Maluku'.

Terkait pernyataan itu, polisi juga belum bisa menyimpulkan apakah yang dimaksud adalah korban berasal dari Maluku, atau memang memiliki nama Maluku

Pada rilis yang digelar di halaman Polres Malang Kota pada Senin (20/5), Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengaku kesulitan mengungkap identitas korban karena sidik jari korban sudah hancur dan wajahnya sudah sulit dikenali.

"Sementara kami masih menyelidiki siapa korban sebenarnya. Karena pelaku juga mengaku baru mengenali korban," kata Asfuri, Senin (20/5).

Identitas Korban Mutilasi di Malang Masih Misterius, Polisi Sebar Sketsa Wajahnya, Ada yang Kenal?

Tak Cuma Memutilasi, Sugeng Juga Lakukan Hal Ngeri Ini Pada Korbannya di Pasar Besar Kota Malang

Berdasarkan pengakuan Sugeng, mereka bertemu pada tanggal 7 Mei 2019 di Jalan Laksamana Martadinata.

Korban meminta uang kepada Sugeng, tetapi Sugeng tidak memilikinya.

Kemudian Sugeng memberi makan korban.

Asfuri mengatakan, bahwa korban dan pelaku ini sama-sama Tunawisma.

Korban dibunuh oleh Sugeng menggunakan senjata tajam ketika sedang tertidur di tangga parkiran Matahari Pasar Besar pada tanggal 8 Mei 2019.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved