Sambang Kampung RW 11 Penjaringan Sari

Perumahan Rasa Kampung, Warga Ajak Anak Muda Bagi Takjil Tiap Minggu

Suasana akhir pekan di depan area Perum YKP Penjaringan Sari II menjelang adzan Magrib selalu ramai.

Perumahan Rasa Kampung, Warga Ajak Anak Muda Bagi Takjil Tiap Minggu
surya.co.id/sulvi sofiana
Warga RW 11 Penjaringan Sari saat membagikan takjil hingga ratusan paket pada pengendara. 

SUASANA akhir pekan di depan area Perum YKP Penjaringan Sari II menjelang adzan Magrib selalu ramai. Pasalnya warga perumahan selalu membagikan takjil hingga ratusan paket pada pengendara.

Tak hanya ibu PKK dan bapak-bapak, bahkan anak kecil ikut terlibat pada pembagian takjil ini.

Mereka berkumpul secara sukarela menyiapkan paket takjil, kemudian berbuka bersama di pos keamanan yabg ada di gerbang perumahan.

Suasana guyub warga perumahan yang merupakan wilayah RW 11 Kelurahan Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya ini menjadi hal yang biasa dilakukan. Pasalnya tradisi berbagi takjil ini sudah dilakukan lima tahun terakhir.

Pahala Satriawan, warga kampung mengungkapkan warga perumahan telah lama membangun atmosfir lingkungannya layaknya kampung.

Pasalnya warga ingin lingkungan kampung yang lebih guyub, karena perumahan tersebut terbilang lingkungan baru yang diisi banyak pendatang.

"Sebulan empat kali, setiap hari Minggu setiap rumah menyumbang 20 paket takjil, jadi ada sekitar 400 paket yabg dibagikan tiap Minggu. Kemudian anak karang taruna yang bagi,"ujar pria yang akrab di panggil Sony ini.

Dilibatkannya karang taruna, menurut Sony menjadi pembelajaran bagi generasi muda di kampungnya. Agar tak hanya aktif di sekolah dan kampusnya saat bulan ramadan. Tetapi juga turut serta di kegiatan kampung.

Dengan kegiatan ini, Sony mengungkapkan warga jadi saling mengenal dan terbuka. Sehingga tidak berusaha mengeksklusifkan diri.

"Jadi pulang kerja kumpul di area pos keamanan. Sering kumpul-kumpul bersama sekedar nobar dan lainnya,"lanjutnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator keamanan, Kusmoro mengungkapkan hampir semua warga saling mengenal dan gotong royong karena keguyubannya. Apalagi warga kampung yang berkumpul di pos keamanan selalu berdialog dengan berbagai pembahasan.

"Keamanan di sini kenal semua dengan warga, karena kami sering bertegur sapa. Bukan cuek-cuekan, apalagi pengurusnya kompak,"ujarnya.

Upaya terus menggelar kegiatan pembagian takjil juga untuk menghidupkan karang taruna di wilayah tersebut. Pasalnya banyak anggota karang taruna yang mulai sibuk bekerja dan sekolah.

"Dulu sampai ada sahur on the road, tapi masih fakum karena kekurangan personil. Makanya kalau bagi takjil masih perlu di dorong bapak dan ibunya,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved