Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran di Mojokerto Pakai Uang Korban Untuk Beli Burung dan Pesta Miras

uang yang semula senilai Rp 4 juta dan tersisa Rp 1,3 juta digunakan kedua tersangka untuk dihabiskan berfoya foya, membeli burung, berpesta minuman

Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran di Mojokerto Pakai Uang Korban Untuk Beli Burung dan Pesta Miras
tribun jatim/febrianto ramadani
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Danny Setiono menunjukkan sejumlah barang bukti kasus pembunuhan dan pembakaran mayat di ruang humas Polres Mojokerto Kota, Senin Sore (20/5/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pencurian yang disertai kekerasan terhadap korban Eko Yuswanto (32).

Sebelumnya, Eko yang warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin pagi (13/5/2019).

Pelaku pembunuhan dan pembakaran jasad Eko Yuswanto adalah Priono alias Yoyok (38), warga Kejagan, kecamatan Trowulan, Mojokerto dan Dantok Narianto alias gundul (36). warga Dimoro, Tambakagung, kecamatan Puri, Mojokerto

Dalam press release di Polres Mojokerto Kota, Senin Sore (20/5/2019), salah satu tersangka, Priono, harus menggunakan kursi roda karena kakinya terluka terkena tembakan polisi. 

Dari tangan tersangka polisi, menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya adalah kendaraan korban seperti mobil pickup Daihatsu Grand Max yang digunakan untuk mengangkut jasad dan membuang jasad, Keramik marmer dari pegangan piala yang digunakan tersangka untuk memukul dan membunuh korban, sandal jepit korban, bantal dan kasur dengan bercak darah, baju korban, gelas kecil untuk pesta minuman keras bersama korban dan kedua tersangka.

Selain itu juga disita uang tunai Rp 1,3 juta, alat komunikasi dari korban, kusen jendela, serta tong plastik besar berwarna hijau yang awalnya digunakan kedua tersangka untuk memasukan jasad korban.

"Kendaraan Pickup adalah kendaraan milik korban yang digunakan oleh kedua tersangka untuk mengangkut jasad korban ke TKP kedua di Dawarblandong dengan harapan untuk menghilangkan jejak." Jelas Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Danny Setiono.

Selain itu, lanjut Sigit, uang yang diambil dari korban, yang semula senilai Rp 4 juta, hanya tersisa Rp 1,3 juta karena digunakan kedua tersangka untuk berfoya foya, membeli burung, berpesta minuman keras, dan membayar utang.

Sedangkan Tong Plastik besar berwarna hijau awalnya digunakan kedua tersangka untuk memasukkan jasad ke dalam tong tersebut. Tetapi, tidak muat sehingga menggunakan karung dan kusen jendela yang diambil dari rumah tersangka.

Pembunuhan yang Jasadnya Dibakar di Mojokerto, Tetangga sempat Gak Percaya karena Alasan ini

Pesan Terakhir Eko, Korban Pembunuhan yang Jasadnya Dibakar dan Buang ke Lahan Jagung di Mojokerto

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved