Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

News Analysis

Mukena Tak hanya untuk Ibadah, tapi Kenyamanan

Fenomena mukena dengan banyak pilihan dan warna-warni memang tengah tren. Kondisi ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
foto: istimewa
YUYUK Nurmaisyah, Pengamat Mode Islam 

FENOMENA mukena dengan banyak pilihan dan warna-warni memang tengah tren. Kondisi ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Namun, makin ke sini makin berkembang motif dan coraknya. Tidak melulu warna putih. Ada yang warna gelap hingga warna terang.

"Saat ini mukena bukan lagi pakaian syar'i yang identik dengan warna suci dan natural putih. Namun sunnah dan lebih afdolnya mukena itu putih. Bukan mencolok," kata Pengamat Mode Islami, Yuyuk Nur Maisyah.

Alumni Susan Budhiharjo Fashion Akademi ini menuturkan, saat ibadah salat, adalah momen dimana makhluk mendekatkan diri pada sang Khalik atau Tuhan. Di saat itulah dibutuhkan konsentrasi dan membuang semua yang terkait duniawi.

Mukena adalah sebagai sarana atau syarat sahnya salat bagi kaum perempuan. Yang utama, pakaian itu suci dan menutup semua aurat hingga yang tersisa muka dan telapak tangan.

Dalam syar'i tidak menyebut secara tersurat bahwa mukena harus putih. Yang diketahui Yuyuk, sebagai pakaian khusus untuk salat sebaiknya tidak mengganggu konsentrasi orang lain. Warna putih adalah warna netral yang bisa memberi nuansa khusyuk.

"Apakah warna mencolok itu bisa membawa Kekhusyukan pada si pemakai dan orang lain, semua kembali pada pemiliknya. Namun saya lebih suka membahas mode ketimbang membahas masalah syar'i begini," ujar Yuyuk.

Belakangan ini muncul mukena dengan berbagai warna. Mukena kini sudah dikemas sebagai fashion. Sudah menyentuh sisi lain, kebanggaan, kenyamanan, tak sebatas hanya pakaian ibadah. Bahan mukena pun tidak hanya dari satu jenis. Ada yang dibuat dari bahan kain biasa, kaus, katun, hingga sutra. Harganya pun beragam.

Bahkan, saat ini sudah berlaku hukum pasar. Produsen yang mengawali mengeluarkan produk mukena bukan warna putih atau mukena harga di atas satu juta, akan terus memproduksi karena pasar menghendaki. Buktinya, kian banyak mukena warna warni dan berharga mahal.

"Boleh memakai mukena mahal tapi jangan riya' (pamer). Niat memakai mukena itu karena Allah dan niat agar khusyuk beribadah," pungkas Yuyuk. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved