Ekonomi Bisnis

Konsumsi LPG Diprediksi Naik 15 Persen saat Lebaran 2019, Ini yang Disiapkan Pertamina

Pertamina memprediksi konsumsi LPG selama Ramadan dan Lebaran 2019 ini akan tumbuh 15 persen.

Konsumsi LPG Diprediksi Naik 15 Persen saat Lebaran 2019, Ini yang Disiapkan Pertamina
surya/sugiharto
Sejumlah karyawan melakukan pengisian elpiji di depot LPG Pertamina Perak Surabaya, Senin (20/5/2019). Pertamina memastikan kebutuhan LPG menjelang dan sesudah Lebaran aman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Mas'ud Khamid, melakukan kunjungan Safari Ramadan PT Pertamina (Persero) ke depo LPG di Perak, Surabaya, Senin (20/5/2019). Dalam kunjungan itu, Mas'ud mengungkapkan, pihaknya memprediksi konsumsi LPG selama Ramadan dan Lebaran 2019 ini akan tumbuh 15 persen.

"Akan tumbuh sekitar 15 persen rata-rata baik yang LPG non subsidi maupun subsidi," jelas Mas'ud.

Untuk antisipasi peningkatan itu, Pertamina telah menambah stok dan membentuk Tim satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI). Dengan satgas ini, bertugas melakukan pemantauan dan persiapan peningkatan distribusi dan stok LPG maupun BBM untuk daerah yang dilaporkan mengalami peningkatan permintaan.

Untuk LPG, konsumsi rata-rata harian LPG 3 Kg secara nasional adalah sekitar 21.269 MT (metric ton) per hari, dan selama 6-13 Mei 2019 konsumsi tersebut naik menjadi 23.338 MT per hari.

"Pekan pertama Ramadan sudah naik rata-rata 10 persen. Banyak masyarakat mulai banyak memasak, membuat kue dan lainnya. Akan berlanjut hingga Lebaran dengan adanya peningkatan memasak di rumah, restauran dan mal hingga H + 7," ungkap Mas'ud.

Dengan prediksi naik 15 persen, stok LPG juga dinaikkan 15 persen, termasuk memperpanjang usia stok, yang sebelumnya stok untuk 16 hari ke depan, kini menyiapkan stok hingga 17 sampai 18 hari ke depan.

Sementara komposisi LPG subsidi dengan non subsidi, subsidi masih mencapai 80 persen.

Sedangkan nonsubsidi baru sekitar 15-20 persen.

Namun secara volume, nonsubsidi sudah mulai ada kenaikan dengan adanya edukasi penggunaan LPG Bright Gas.

Sedangkan volume LPG subsidi juga naik, karena sesuai dengan peraturan pemerintah, volume LPG subsidi di tahun 2019 ini juga ditambah.

"Bila 2018 lalu, sekitar 6,6 juta metrik ton, tahun ini jadi 6,9 juta metrik ton," ungkap Mas'ud.

Namun, jumlah itu masih lebih banyak peningkatan volume penggunaan LPG nonsubsidi yang mencapai 8 persen.

Sementara itu, diwilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, kenaikan konsumsi LPG diperkiraan mencapai 9 persen.

General Manager Pertamina MOR V Jatim, Bali, Nusra, Werry Prayogi, menambahkan Pertamina mengoptimalkan stok di enam Depot dan Kilang LPG yang ada di Jatim, yang memiliki kapasitas total 119.000 MT.

“Termasuk yang terbesar di Floating-Storage-Offloading (FSO) Kalbut, Situbondo, yang berkapasitas 2 x 44.000 MT. Pertamina juga menjaga kehandalan sarana fasilitas di SP(P)BE dan sarana Mobil Tangki LPG (Skid Tank),” imbuh Werry.

Pada kondisi normal rata-rata konsumsi untuk LPG di Jatim yaitu sebesar 97.000 MT per bulan untuk LPG 3 kilogram. Sedangkan untuk LPG non-subsidi sebesar 6.350 MT per bulan.

Pertamina memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan 7 persen hingga 9 persen pada Mei dan Juni 2019, dengan estimasi angka mencapai 105.300 MT untuk LPG Subsidi dan 6.800 MT untuk LPG non-subsidi.

Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap akan buka dan melayani kebutuhan LPG di hari libur.

Di Jawa Timur, jumlah Agen Siaga mencapai 352 untuk LPG 3 kg dan 64 agen untuk LPG Non-subsidi.

Sedangkan Pangkalan Siaga LPG 3 kg mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kg.

Terkait kestabilan harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, dan TPID di Jawa Timur.

"Dan untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas," pungkas Werry.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved