Ekonomi Bisnis

Konsumsi LPG Diprediksi Naik 15 Persen saat Lebaran 2019, Ini yang Disiapkan Pertamina

Pertamina memprediksi konsumsi LPG selama Ramadan dan Lebaran 2019 ini akan tumbuh 15 persen.

Konsumsi LPG Diprediksi Naik 15 Persen saat Lebaran 2019, Ini yang Disiapkan Pertamina
surya/sugiharto
Sejumlah karyawan melakukan pengisian elpiji di depot LPG Pertamina Perak Surabaya, Senin (20/5/2019). Pertamina memastikan kebutuhan LPG menjelang dan sesudah Lebaran aman. 

"Bila 2018 lalu, sekitar 6,6 juta metrik ton, tahun ini jadi 6,9 juta metrik ton," ungkap Mas'ud.

Namun, jumlah itu masih lebih banyak peningkatan volume penggunaan LPG nonsubsidi yang mencapai 8 persen.

Sementara itu, diwilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, kenaikan konsumsi LPG diperkiraan mencapai 9 persen.

General Manager Pertamina MOR V Jatim, Bali, Nusra, Werry Prayogi, menambahkan Pertamina mengoptimalkan stok di enam Depot dan Kilang LPG yang ada di Jatim, yang memiliki kapasitas total 119.000 MT.

“Termasuk yang terbesar di Floating-Storage-Offloading (FSO) Kalbut, Situbondo, yang berkapasitas 2 x 44.000 MT. Pertamina juga menjaga kehandalan sarana fasilitas di SP(P)BE dan sarana Mobil Tangki LPG (Skid Tank),” imbuh Werry.

Pada kondisi normal rata-rata konsumsi untuk LPG di Jatim yaitu sebesar 97.000 MT per bulan untuk LPG 3 kilogram. Sedangkan untuk LPG non-subsidi sebesar 6.350 MT per bulan.

Pertamina memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan 7 persen hingga 9 persen pada Mei dan Juni 2019, dengan estimasi angka mencapai 105.300 MT untuk LPG Subsidi dan 6.800 MT untuk LPG non-subsidi.

Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap akan buka dan melayani kebutuhan LPG di hari libur.

Di Jawa Timur, jumlah Agen Siaga mencapai 352 untuk LPG 3 kg dan 64 agen untuk LPG Non-subsidi.

Sedangkan Pangkalan Siaga LPG 3 kg mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kg.

Terkait kestabilan harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, dan TPID di Jawa Timur.

"Dan untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas," pungkas Werry.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved