Berita Surabaya

Delapan PSK yang Terjaring Razia di Wonokromo Surabaya Terinfeksi HIV

Petugas gabungan Pemkot Surabaya menjaring 14 PSK di stasiun Wonokromo. Setelah diperiksa, empat orang di antaranya terinfeksi HIV.

Delapan PSK yang Terjaring Razia di Wonokromo Surabaya Terinfeksi HIV
ist
ilustrasi HIV 

SURYA.co.id | SURABAYA - Petugas gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terdiri dari Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menjaring 14 Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Stasiun Wonokromo, Surabaya, Sabtu (18/5) malam dan Minggu (19/5) dini hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, 14 PSK yang terjaring razia, langsung menjalani pemeriksaan tes urine di lokasi.

Hasilnya 8 dari mereka dinyatakan positif mengidap HIV.

"Dari 14 yang dicakup, 8 yang positif HIV. Seluruhnya dari Jawa Timur, 2 Kediri, 1 Tulungagung, 1 Gresik, 1 Malang, 1 Nganjuk, sisanya Surabaya. Usianya di atas 30-an," jelas Fenny, panggilan akrab perempuan berkacamata ini.

Untuk sementara lanjut Fenny, mereka mendapatkan pembinaan dan pengobatan Antiretroviral (ARV) di Liponsos Keputih, sebelum nanti dipulangkan ke daerah asal.

Di antara 8 PSK tersebut lanjut Fenny, 3 di antaranya sudah pernah berulangkali dipulangkan Pemkot Surabaya. Namun mereka kembali lagi.

"Dari 14 itu, ada 3 PSK yang sudah ditangkap berkali-kali. Kami tangkap, kami pulangkan, balik lagi. Jadi mereka bertiga sudah lama positif HIV Kami punya datanya. Mereka sebenarnya juga sudah tahu kalau HIV," cerita Fenny saat berada di Kantor Humas Pemkot Surabaya.

Karena kerap kembali ke Surabaya, Pemkot Surabaya rencananya punya cara khusus untuk memulangkan para PSK ke tempat tinggal masing-masing.

M Fikser, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya menegaskan proses pemulangan akan dikawal oleh Pemkot Surabaya.

"Kalau dulu diserahkan ke Pemerintah Kabupaten, tapi kalau ini tidak (lagi). Khusus ini akan dikawal sampai rumah dan diserahkan kepada keluarga, nanti kami minta juga pendampingan dari Dinkes setempat, kami akan surati supaya pengobatan mereka tidak putus," tegas Fikser.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved