Berita Tuban

Warga Belitung Mengeluh Diduga Dapat Pelayanan Tak Menyenangkan di RS Muhammadiyah Tuban

Warga Belitung diduga mendapatkan pelayanan tak menyenangkan oleh dokter RS Muhammadiyah Tuban

Warga Belitung Mengeluh Diduga Dapat Pelayanan Tak Menyenangkan di RS Muhammadiyah Tuban
surya/m sudarsono
Keluarga pasien saat berunding dengan Humas RS Muhammadiyah Tuban sebelum meninggalkan rumah sakit menuju tempat rujukan 

SURYA.co.id | TUBAN - Supriyono (59), warga Desa Rejosari, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, diduga mendapatkan pelayanan tak menyenangkan oleh dokter RS Muhammadiyah Tuban, sejak masuk pertama, Selasa (14/5/2019).

Pasien tidak banyak berbicara karena kondisinya lemah, istri pasien Triyanti (56), alamat sama yang mendampingi sejak awal masuk menyatakan, dua hari setelah dia merasa tak ada perubahan membaik atas keluhan di bagian kepala suaminya dia bertanya kepada Dr Hari, yang sebagai dokter penyakit dalam.

Keluarga pasien pun meminta rujukan jika memang tidak ada perubahan membaik di bagian kepala suaminya. Lalu jawaban tak enak justru diterimanya dari dokter tersebut.

"Dijawab saya tidak bisa membuat rujukan, tapi kalau harus mengeluarkan pasien hari ini pun saya bisa. Ini sudah obat terbaik lho," Ucap Triyanti menirukan perkataan dokter tersebut, Saat berada di RS Muhammadiyah Sabtu (18/5/2019).

Hingga akhirnya, Dr Hari pun diganti dengan Dokter saraf lainnya. Namun tak lama dokter saraf itupun cuti hingga pasien tidak mendapat penanganan khusus. 

Keluarga pun protes dengan pelayanan rumah sakit.

Semula keluarga pasien yang mengetahui Dr Hari tidak mengeluarkan rujukan, tiba-tiba surat rujukan itu keluar dan pasien disilahkan mengisi daftar rumah sakit yang akan dituju sebagai rujukan.

Namun keluarga pasien merasa ada janggal, atas tanda tangan Dr Hari yang berbeda dari surat awal dan terbaru. 

"Ya kita sejak awal meminta di RSAL Surabaya sebagai rujukan, tapi kata Dr Hari tidak mau mengeluarkan rujukan, justru ucapan tak pantas dilontarkannya yaitu kalau mengeluarkan pasien sekarangpun saya bisa. Itu bilangnya kamis pagi, lalu baru diganti Dokter saraf," Jelas Sigit Prastrio (25), putra pasien.

Meski demikian, Darah tinggi dan gula berkurang sejak awal masuk, awalnya darah tinggi 180/100 lalu menjadi 150/90. Sedangkan untuk gulanya dari 385 menjadi 219.

Menganggapi keluhan pelayanan tidak menyenangkan dari pasien, Humas RS Muhammadiyah Tuban, Andika Benny belum bisa memberikan keterangan lebih banyak atas hal itu.

Namun dia menyatakan siap membantu memberikan rujukan terhadap pasien tersebut. 

Kalau terkait pernyataan yang katanya dari Dr Hari maka belum bisa dikonfirmasi sekarang, akan dikonfirmasikan terlebih dulu dengan yang bersangkutan apakah benar atau tidak. 

"Kalau untuk Dr Hari saya belum tahu kebenarannya seperti apa, Senin saya akan tanyakan ke yang bersangkutan. Yang jelas kami siap bantu untuk rujukan," Pungkasnya.

Usai mendapat surat rujukan Sabtu kemarin, siang, keluarga pasien langsung menuju RSAL Surabaya dengan menggunakan mobil carteran pribadi.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved