DPRD Kota Surabaya

Terkait Demo Seniman Komunitas THR, Ketua DPRD Surabaya Armuji: THR itu Ikon, Bukan Ijon

Pada Senin (20/5/2019) ini, DPRD rencananya memanggil Disbudpar Surabaya bersama Beppeko untuk diminta menjelaskan persoalan tersebut.

Terkait Demo Seniman Komunitas THR, Ketua DPRD Surabaya Armuji: THR itu Ikon, Bukan Ijon
surya.co.id/nuraini faiq
DEMO - Puluhan seniman THR ditemui Ketua DPRD Surabaya Armuji, Jumat (17/5/2019). 

KETUA DPRD Kota Surabaya Armuji menyikapi serius "pengusiran" para seniman dari markas mereka di Taman Hiburan Rakyat (THR) Jl Kusuma Bangsa Surabaya. Mereka kini tak bisa lagi latihan dan manggung. Perangkat gamelan dan sound system diangkut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya dan gedung digembok.

Kini Gedung Pringgondani, tempat mereka mengekspresikan seni itu, tak lagi bisa digunakan para seniman untuk latihan dan tampil. "Ini bentuk arogansi Pemkot (Disbudpar))," reaksi Ketua DPRD Surabaya Armuji.

Pada Senin (20/5/2019) ini, DPRD rencananya memanggil Disbudpar Surabaya bersama Beppeko untuk diminta menjelaskan persoalan yang sebenarnya, agar semua terang benderang.

Menurut Cak Ji, panggilan akrab Armuji, sikap Pemkot yang menggembok dan mengangkut gamelan dari gedung Pringgondani THR adalah bentuk arogansi dengan berdalih program penataan dam penyelamatan aset. Politisi PDIP ini menilai penataan itu hanya pencitraan.

"Saya yakin Disbudpar tidak tahu berkesenian itu seperti apa. Bagaimana para seniman tetap berkarya dan bagaimana susahnya membina. Mereka bisa bertahan hidup dan mau berkreasi," ungkap Cak Ji.

Di saat era modernisasi, kesenian tradisi mulai ludruk, ketoprak, maupun wayang orang di Surabaya masih eksis. Setiap Jumat malam dan Sabtu malam, selalu digelar pertunjukan. Baik ditonton sedikit orang maupun banyak orang.

"Kami mulai merasa nasib seniman tersingkirkan saat lampu-lampu PJU (penerangan jalan umum) menuju THR dibiarkan mati. Kini kami tak bisa lagi berkarya seni," kata Bagong, Sekertaris Seniman THR.

Atas "pengusiran" seniman dari THR itu, Cak Ji yang Agustus nanti menjadi anggota DPRD Jatim itu akan menelusuri persoalan yang sebenarnya. Memang gamelan dan gedung milik Pemkot. Namun tidak boleh demikian cara memberlakukan para seniman. Sebab, gamelan itu masih dipakai untuk latihan.

Saat hearing nanti, Ketua DPRD ini akan meminta penjelasan apakah pengusiran seniman itu ada hubungannya dengan adanya rumor Pemkot ‘diperintah’ oleh pihak ketiga.

Menurut Cak Ji, THR merupakan ikon tempat para seniman berkarya dan berkreasi. "Kalau sudah begini, sekarang THR bukan ikon, tapi ijon. Akan diijonkan ke siapa THR ini? Ke pengusaha mana, mau dipakai apa lahan dibelakang itu. Itu kan harus jelas, makanya Bappeko harus menjelaskan," ucap Cak Ji.

Pemkot selama ini bangga seolah-olah telah mengamankan aset. Menurut Cak Ji, aset itu (THR) tidak akan dicuri dan akan aman. “Kenapa harus digembok dan gamelannya diangkut,” tanya Cak Ji. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved