PDAM Trenggalek Siap Produksi Air Minum Kemasan Untuk Perbaiki Kondisi Keuangan

PDAM Kabupaten Trenggalek berencana memproduksi air minum dalam kemasan untuk menambah pendapatan di tengah nilai pembukuan yang masih merugi

PDAM Trenggalek Siap Produksi Air Minum Kemasan Untuk Perbaiki Kondisi Keuangan
pixabay.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - PDAM Kabupaten Trenggalek berencana membuat unit usaha baru tahun depan untuk menambah pendapatan di tengah nilai pembukuan yang masih merugi.

Perusahaan milik daerah itu bakal memproduksi air minum dalam kemasan. 

Direktur PDAM Kabupaten Trenggalek, Maryati, mengatakan, pasar untuk produk air minum kemasan yang akan di produksi sudah ada. Sebagai produk milik pemerintah daerah, pihaknya akan meminta kerja sama dengan instansi pemerintah daerah lain di Trenggalek.

"Yang penting kami memenuhi standar, menenuhi syarat. Itu paling tidak kami pasarnya sudah ada, menurut saya. Kalau rapat-rapat dari dinas, SKPD, nanti kita bisa promosi lewat situ dulu," kata Maryati, Minggu (19/5/2019).

Perhitungan yang PDAM Trenggalek lakukan, kata dia, keuntungan dari rencana itu jika berjalan lancar cukup menjanjikan.

Pada tahun 2018, PDAM Trenggalek membubuhkan catatan kerugian. Penyebab utamanya, tambah Maryati, dari banyaknya investasi yang masuk dalam bentuk bantuan fisik. Ia menjelaskan, dalam pembukuan yang ada, bantuan fisik berpengaruh pada penyusutan di pembukuan tahunan.

"Karena kami selalu dapat bantuan dari pemerintah, hibah dari dalam dan luar negeri, itu kan harus dibukukan. Nah, itu kan ada ketentuannya. Dalam pembukuan, ada peraturan kalau fisik selalu ada penyusutan setiap tahun. Ada prosentasenya," ujarnya.

Beberapa jenis bantuan fisik yang didapat PDAM Trenggalek adalah instalasi pengolahan penjernihan air dan bantuan pengembangan jaringan. Bantuan fisik yang pertama disebut saat ini masih dalam tahap proses pembangunan. Progresnya masih 80 persen.

Hasil dari produksi air minum kemasan itu diharapkan bisa dijadikan subsidi untuk Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SRMBR)

Saat ini, jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Trenggalek mencapai 13.703. sebagiannya dari jumlah itu adalah SRMBR.

"Jadi kalau tanpa lewat program hibah, alias reguler, pemasagannya Rp 900.000. Tapi kalau untuk program hibah kena tarif di bawah harga reguler, yakni 250.000," terang dia.

Pada tahun ini, PDAM menargetkan penambahan 1.750 sambungan.

"Sekarang datanya sudah kami kirim ke pusat. Pusat tinggal survei. Lalu kami pasang," ujarnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved