Panen Cengkeh dan Bergejolaknya Ekonomi Petani Trenggalek

Setiap musim panen cengkeh, ekonomi warga membaik. Budaya konsumtif pun muncul. Terlebih mendekati Lebaran.

Panen Cengkeh dan Bergejolaknya Ekonomi Petani Trenggalek
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan tengah menjemur buah cengkeh di pinggir jalan. Cengkeh menjadi komoditi pergerakan ekonomi warga di beberapa daerah di Trenggalek. 

Saat ini, Kecamatan Munjungan menjadi salah satu daerah penghasil cengkeh terbesar di Trenggalek. Selain wilayah ini, ada juga wilayah Kecamatan Watulimo yang juga banyak didapati tanaman cengkeh.

"Tapi sekarang paling banyak, ya, di Munjungan ini," kata Camat Munjungan, Rudianto.

Lebih dari separuh warga di Kecamatan Munjungan, kata dia, merupakan petani cengkeh pada musimnya. Hal itu juga bisa dilihat momen-momen panen raya. Di setiap halaman rumah warga sepanjang jalan menuju pusat kota, hampir selalu didapati jemuran buah cengkeh.

"Warga yang tak butuh uang cepat biasanya memilih menjual dalam bentuk kering. Karena lebih mahal tadi. Meskipun, secara bobot, cengkeh kering dan cengkeh basah itu 1 banding 3," tuturnya.

Rudianto berkata, setiap musim panen cengkeh, warga di Munjungan cenderung lebih konsumtif. Ia menjelaskan, di daerah pusat kecamatan, akan banyak toko-toko pakaian yang buka ketika musim panen raya cengkeh tiba. Warga yang selama ini tinggal di daerah atas akan turun untuk membelanjakan uangnya.
Kondisi itu semakin ramai saat musim menjelang Lebaran.

"Itu kalau mau lihat, di pasar dekat kecamatan, semua toko pakaian ramai mulai beberapa pekan terakhir," tutur dia. 

Foto: warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan tengah menjemur buah cengkeh di pinggir jalan. Cengkeh menjadi komoditi pergerakan ekonomi warga di beberapa daerah di Trenggalek.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved