Panen Cengkeh dan Bergejolaknya Ekonomi Petani Trenggalek

Setiap musim panen cengkeh, ekonomi warga membaik. Budaya konsumtif pun muncul. Terlebih mendekati Lebaran.

surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan tengah menjemur buah cengkeh di pinggir jalan. Cengkeh menjadi komoditi pergerakan ekonomi warga di beberapa daerah di Trenggalek. 

Mulai bulan ini, beberapa daerah di Trenggalek tengah panen raya cengkeh. Panen raya berlangsung hingga sekitar bulan Agustus. Setiap musim panen cengkeh, ekonomi warga membaik. Budaya konsumtif pun muncul. Terlebih mendekati Lebaran.

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Sebuah pohon cengkeh tumbuh gagah di halaman rumah Gunari (40), warga Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan. Buah cengkeh tampak merekah di ujung ranting-ranting pohon itu. Gunari pun tampak antusias menceritakan hasil dari satu pohon yang ditanam di depan rumah itu.

"Ini sekitar 90 kilogram lebih (cengkeh basah)," kata Gunari.

Harga cengkeh di tingkat petani di Trenggalek saat musim panen sekarang sedang kurang bersahabat. Cengkeh basah dipatok di harga sekitar Rp 26.000 per kilogram (kg). Sementara cengkeh kering sekitar Rp 80.000 per kg. Pernah, harga cengkeh kering menembus angka di atas Rp 120.000 per kg beberapa tahun lalu.

Dengan hitung-hitungan itu, Gunari setidaknya bisa memperoleh lebih dari Rp 2 juta untuk satu pohon cengkeh besar di depan rumahnya. Padahal, ia juga memanen banyak pohon lain di area hutan lahan milik perhutani.

Bagi Gunari dan warga lain yang menanam cengkeh, musim panen raya adalah tahun baik. Cengkeh, terang dia, hanya bisa dipanen saban 2-3 tahun sekali. Di luar musim itu, warga mengandalkan pemasukan dari pekerjaan lain. Mulai dari petani tanaman lainnya, hingga nelayan.

Ketika musim panen seperti ini, anggota keluarga yang lain turut membantu mengurus cengkeh. Di dalam rumah Gunari, ibu-ibu tampak memilih buah cengkeh sebelum di jemur. Gunari pun banyak menghabiskan waktu untuk memanen cengkeh di waktu seperti ini.

Cerita serupa juga disampaikan Basri (48), petani cengkeh lain di kecamatan Munjungan. Menurut dia, harga cengkeh tahun ini memang tak terlalu tinggi. Namun, nilai jual itu sudah sangat membantu pengeluaran keluarga. Terutama menjelang musim Lebaran.

"Tapi semua dari cengkeh bisa dijual. Daunnya itu bisa dijual untuk bahan minyak cengkeh. Harganya sekitar Rp 3.000 per kg," ujarnya.

Meski tak mahal, pendapatan dari menjual daun cengkeh bisa menambah nilai ekonomi bagi Basri dan petani lain.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved